Rendahnya keterampilan menulis teks anekdot siswa SMK Negeri 1 Siborongborong disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang menggali potensi pengalaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Experiential Learning berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif Quasi-Experimental Nonequivalent Control Group dengan sampel kelas eksperimen dan kontrol yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan. Meskipun nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen (61,24) awalnya lebih rendah dibandingkan kelas kontrol (67,58), perlakuan berbasis siklus pengalaman nyata mampu memacu lonjakan nilai post-test kelas eksperimen menjadi 75,44, melampaui kelas kontrol yang hanya mencapai 72,48. Hasil uji hipotesis (uji-t) mengonfirmasi signifikansi ini dengan nilai thitung > ttabel (3,40 > 2,00). Disimpulkan bahwa metode Experiential Learning terbukti efektif meningkatkan keterampilan menulis anekdot karena mampu memfasilitasi transformasi pengalaman budaya lokal Batak Toba menjadi ide cerita yang kreatif dan kritis.
Copyrights © 2025