Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering terjadi pada ibu hamil trimester pertama yang mengalami peningkatan hormon HCG dan estrogen yang menyebabkan mual muntah. Berdasarkan survei awal di PMB Wanti Kota Medan, ditemukan 9 ibu hamil pada trimester I mengalami gejala emesis gravidarum, beberapa menyatakan tidak mau mengkonsumsi obat karena khawatir terhadap efek samping dan kesulitan menelan obat. Salah satu pilihan terapi non-farmakologis yang dianjurkan yaitu permen jahe karena praktis dan mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai antiemetik. Tujuan dari penggunaan permen jahe untuk mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Wanti Kota Medan Tahun 2025. Jenis penelitian ini yaitu desain quasi experiment dengan metode one group pretest and posttest. Jumlah sampel penelitian terdiri dari 15 orang ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan pemberian permen jahe sebanyak 2 gram perhari. Instrumen yang dipakai berupa kuesioner PUQE-24 kemudian dianalisis memakai uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi 14 responden (93,3%) mengalami emesis sedang dan 1 orang (6,7%) emesis ringan. Setelah dilakukan intervensi, 10 orang (66,7%) mengalami emesis ringan, 3 orang (20%) tidak emesis, dan 2 orang (13,3%) masih emesis sedang. Uji Paired Sample t-test menghasilkan nilai p0,000 (p<0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan. Kesimpulan dari hasil riset membuktikan bahwa permen jahe berpengaruh efektif dalam menurunkan emesis gravidarum. Saran agar permen jahe digunakan sebagai alternatif terapi non-farmakologis yang aman.
Copyrights © 2025