Kabupaten Situbondo, khususnya Desa Klatakan di Kecamatan Kendit, merupakan salah satu sentra produksi melon di Jawa Timur. Namun, usahatani melon di wilayah ini masih terkendala oleh keterbatasan modal dan penggunaan input produksi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani melon dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani melon di Desa Klatakan yang berjumlah 40 orang. Sebanyak 30 responden dipilih sebagai sampel menggunakan metode stratified sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengkaji pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil usahatani melon. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel bibit, pupuk KNO₃, dan pestisida memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi melon, sementara luas lahan dan pupuk KCl tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi melon di Desa Klatakan dapat dicapai melalui pengelolaan bibit yang lebih baik, penggunaan pupuk KNO₃ yang tepat, serta pengendalian hama dengan pestisida secara efektif. Implikasi praktisnya, diperlukan penyuluhan intensif serta dukungan akses permodalan agar petani dapat mengoptimalkan penggunaan input produksi secara efisien
Copyrights © 2025