Durasi rawat inap yang berkepanjangan pada pasien dengan penyakit infeksi dapat meningkatkan risiko komplikasi, memperburuk komorbiditas, menambah beban biaya, dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Mikronutrisi telah dilaporkan memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan klinis melalui berbagai mekanisme biologis seperti modulasi sistem imun, pengurangan respon inflamasi, penurunan stres oksidatif, serta percepatan regenerasi jaringan epitel yang rusak. Studi ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penggunaan mikronutrien dan luaran klinis pasien infeksi juga terhadap durasi rawat inap. Penelusuran literatur dilakukan melalui database elektronik PubMed, Scopus, Cochrane, dan Embase pada artikel yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir menggunakan kata kunci relevan. Sebanyak 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif. Hasil telaah menunjukkan bahwa suplementasi mikronutrien seperti zinc, vitamin A, C, D, dan selenium dapat memberikan manfaat klinis bermakna, termasuk pemendekan lama rawat inap. Mikronutrisi tidak hanya bertindak sebagai nutrisi pendukung, tetapi juga sebagai bagian integral dari terapi suportif pada pasien infeksi. Strategi intervensi dapat dilakukan dengan penggunaan mikronutrien yang optimal pada praktik farmasi klinis untuk meningkatkan efisiensi perawatan dan mempercepat pemulihan pasien.
Copyrights © 2025