Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemberdayaan pemulung dalam pengelolaan sampah dan penguatan ekowisata, fokus pada strategi pemberdayaan, dinamika sosial, serta dampaknya terhadap kesejahteraan dan keberlanjutan destinasi melalui tahapan penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pendayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap penyadaran berhasil menggeser persepsi pemulung dari status marginal menjadi agen perubahan, pemahaman kritis atas nilai ekonomi dan ekologis sampah terbukti melalui partisipasi aktif dalam kegiatan bank sampah serta program edukasi. Peningkatan kapasitas menghasilkan kenaikan keterampilan teknis dan kewirausahaan, penguatan modal manusia dan modal sosial melalui kelompok kerja, koperasi, dan praktik produksi bernilai tambah seperti anyaman eceng gondok dan pengolahan kompos, yang berdampak pada diversifikasi pendapatan rumah tangga. Pendayaan menegaskan institusionalisasi manfaat melalui koperasi, Sekolah Alam yang memfasilitasi redistribusi manfaat, akses kredit, dan legitimasi sosial bagi pemulung. Dari perspektif sosiologis, proses ini merepresentasikan transformasi identitas dan struktur sosial yang meningkatkan integrasi komunitas, solidaritas, dan kemandirian ekonomi berbasis ekowisata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan pemulung melalui dukungan pemerintah dan kolaborasi multi pihak agar pemberdayaan dan ekowisata berbasis sampah berkelanjutan dapat berkembang secara inklusif dan mandiri.
Copyrights © 2025