Pertumbuhan populasi lanjut usia di Indonesia menghadirkan tantangan baru dalam penyediaan layanan pendidikan nonformal yang mampu meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan tersebut Program Sekolah Lansia Tangguh Selantang yang dikembangkan BKKBN merupakan inovasi penting dalam pembelajaran sepanjang hayat yang dirancang untuk meningkatkan ketangguhan fisik mental sosial dan spiritual lansia Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program Selantang di Kecamatan Nganjuk dengan menggunakan model implementasi kebijakan George C Edward III sebagai kerangka analisis utama Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi wawancara mendalam dan analisis dokumentasi Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi Selantang memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesehatan emosional kemampuan kognitif serta keterlibatan sosial peserta terutama melalui kegiatan interaktif seperti diskusi kelompok permainan edukatif dan pelatihan fisik Namun sejumlah hambatan masih muncul terutama pada aspek komunikasi antar pelaksana keterbatasan anggaran kekurangan fasilitas pembelajaran serta lemahnya koordinasi lintas sektor Meskipun demikian tingginya komitmen kader dan penyuluh KB menjadi faktor penentu keberhasilan program Dengan memperkuat sinergi antar lembaga dan meningkatkan dukungan pemerintah daerah program ini berpotensi menjadi model pembelajaran nonformal unggulan bagi lansia di tingkat regional maupun nasional < p>
Copyrights © 2025