Pada tahun 2020, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa tingkat kejadian patah tulang mencapai 2,7% dan terdapat sekitar 13 juta orang yang mengalami patah tulang. Pemeriksaan radiografi region antebrachii menjadi modalitas penting dalam membantu menegakkan diagnosa radiologi, namun pada pasien pediatrik hasil kualitas citra gambaran yang diperoleh dapat dipengaruhi pada persiapan pasien, proyeksi dan faktor eksposi. Fraktur tertutup (close fraktur) ialah sebuah contoh patah tulang di mana tulang yang patah tidak terlihat dari lingkungan luar karena tidak ada luka pada permukaan luar kulit. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi dengan melibatkan radiografer dan radiologi sebagai informan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan proses wawancara, observasi dan dokumentasi dilapangan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi region antebrachii pada pediatrik dengan kasus close fraktur menggunakan proyeksi PA dan lateral serta tidak ada persiapan khusus yang dilakukan.
Copyrights © 2025