Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan KIT Hidrostatika dan Panas terhadap frekuensi miskonsepsi siswa SMA kelas XI pada materi kalor di SMA Negeri 1 Bolangitang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan metode eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design yang disertai replikasi digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bolangitang. Instrumen penelitian menggunakan soal pilihan ganda tiga tingkat (Three Tier Test). Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes diagnostik jenis Three-Tier Multiple Choice. Data dianalisis secara statistik dan analisis n-gain. Hasil analisis data melalui pengujian statistik menunjukkan bahwa frekuensi miskonsepsi siswa turun menjadi 1,27 untuk kelas eksperimen dan kelas replikasi sebesar 1,30, dari semula 7,03 untuk kelas eksperimen dan 7,63 untuk kelas replikasi, setelah penggunaan KIT Hidrostatika dan Panas dan Inquiry Based Learning pada pembelajaran materi kalor. The Course Average Normalized Gain untuk kelas eksperimen sebesar 0,77 dan kelas replikasi sebesar 0,81 yang berarti gain setiap kelas sampel masuk pada kategori tinggi. Dengan demikian, penggunaan KIT Hidrostatika dan Panas berbasis Inquiry Based Learning dalam pembelajaran fisika berpengaruh terhadap frekuensi miskonsepsi siswa pada materi kalor.
Copyrights © 2025