Ilmu eksakta memiliki peran penting dalam pengembangan perangkat optik yang mendukung kemajuan teknologi modern dan mempermudah kehidupan manusia. Perangkat optik perlu menekankan kepresisian pengukuran seperti aproksimasi matematis dari hukum Snellius pada konsentrasi suatu larutan. Peningkatan kepresisian pengukuran dapat dicapai menggunakan pendekatan deret Taylor melalui aproksimasi fungsi sinusoidal suatu larutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesalahan pemotongan (truncation error) pada aproksimasi sinusoidal orde pertama dan kedua dalam pengukuran indeks bias larutan sukrosa. Metode yang digunakan yakni metode pendekatan ekperimental dan teoritis. Eksperimen dilakukan dengan mengukur indeks bias menggunakan refraktometer Abbe. Indeks bias diukur pada tiga variasi konsentrasi larutan (5 g/100 mL,10 g/100 mL,15 g/100 mL). Data eksperimental kemudian dibandingkan dengan perhitungan teoretis berbasis hukum Snellius dengan aproksimasi sinusoidal orde pertama dan kedua menggunakan ekspansi deret Taylor. Hasil menunjukkan konsentrasi sukrosa berbanding lurus dengan kenaikan indeks biasnya. Sementara itu, kesalahan pemotongan (truncation error) teramati meningkat pada sudut datang yang besar dan pada larutan sukrosa yang encer, dengan konsentrasi rendah. Aproksimasi orde pertama menunjukkan deviasi signifikan, sedangkan orde kedua menghasilkan nilai yang lebih mendekati hasil eksperimen. Temuan ini menegaskan krusialnya penggunaan orde lebih tinggi dalam perhitungan optik presisi menengah. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan praktik pengajaran fisika serta pengembangan metode pengukuran berbasis refraktometri di bidang optik.
Copyrights © 2025