Pemanfaatan pekarangan sebagai media budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan TOGA menggunakan polybag. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta pemangku kepentingan dalam seluruh tahapan kegiatan. Kegiatan yang dilakukan meliputi survei dan analisis lokasi, persiapan alat dan bahan, penyuluhan, pelatihan praktik budidaya TOGA, serta evaluasi. Hasil dari program menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menanam dan merawat TOGA di pekarangan rumah. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat tentang TOGA, dengan persentase pemahaman yang meningkat dari 73,33% sebelum kegiatan menjadi 100% setelah kegiatan. Selain itu, minat masyarakat dalam membudidayakan TOGA juga meningkat secara signifikan, dengan 93,3% peserta menunjukkan minat tinggi. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat mengakses tanaman obat secara mandiri, meningkatkan kemandirian dalam menjaga kesehatan, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Copyrights © 2025