Jurnal Penelitian Agama
Vol. 26 No. 2 (2025)

Methodological Criticism of Hijri Dating by KH. Raden Ibnu Hajar in Determining the Beginning of Ramadan and Shawwal

Zauhair, Fajriz (Unknown)
Mubarok, Achmad Sofiyul (Unknown)
Zahro', Rodliyatuz (Unknown)
Habibillah, Putri Ghoida' (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana problematika metodologi KH Raden Ibnu Hajar (Mbah Benu) dalam menentukan kalender Hijriah yang selama ini menjadi kontroversi publik. Hal ini dilakukan untuk melihat pola pikir Mbah Benu secara objektif. Aspek metodologi tersebut akan dianalisa dengan menggunakan metodologi penanggalan Hijriah yang digagas oleh KH. Maimoen Zubair dalam kitab Nushushul Akhyar. Metode KH. Maimoen Zubair dipilih berdasarkan kemampuannya dalam menyatukan pendapat umat dan terbebas dari logosentrisme. Oleh karena itu, penelitian ini tergolong model kualitatif berbasis lapangan. Sumber primer yang digunakan adalah hasil wawancara langsung dengan Mbah Benu yang diunggah di media sosial. Secara spesifik, penelitian akan dipusatkan pada pertanyaan a) bagaimana metodologi yang digunakan Mbah Benu dalam proses penanggalan Hijriah? b) bagaimana pandangan metodologi KH Maimoen Zubair terhadap metodologi penanggalan Mbah Benu? c) apa implikasi dari penanggalan Hijriah Mbah Benu? Ketiga pertanyaan tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa terdapat perbedaan mencolok antara penggunaan metode wuṣul ilā Allah dalam proses penanggalan Mbah Benu. Penanggalan yang dilakukannya juga mengabaikan proses ilmiah dalam metode derivasi hukum Islam, serta metodologi yang digunakan oleh KH Maimoen Zubair. Penanggalan yang dilakukan Mbah Benu berimplikasi pada polemik keagamaan dan sosial masyarakat Indonesia yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jpa

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. ...