Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan perceraian yang terdapat dalam kitab Betaljemur Adammakna kemudian dianalisis dari perspektif Ilmu Falak, Astrologi dan Madzhab Syafi’i. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi lalu dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil perhitungan dari 10 pasangan yang dianalisis dalam Kitab Betaljemur Adamakna, hanya satu pasangan yang dianggap cocok, sementara sebagian besar menunjukkan ketidakcocokan yang dapat berisiko pada perceraian. Penelitian ini juga mencakup pandangan hukum Islam yang menekankan bahwa meskipun perhitungan weton atau astrologi dapat diterima dalam beberapa budaya, Islam tidak menjadikan faktor ini sebagai dasar utama dalam memilih jodoh. Islam lebih menekankan pada kualitas pribadi, agama, dan kesesuaian dalam berbagai aspek kehidupan sebagai dasar keputusan pernikahan. Kepercayaan terhadap astrologi harus diimbangi dengan usaha, komunikasi, dan komitmen dalam hubungan pernikahan yang berdasarkan iman kepada Allah SWT.
Copyrights © 2025