Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi strategi pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam Pendidikan Agama Islam bagi siswa tunanetra. Fokusnya adalah bagaimana guru membangun keterlibatan emosional, kognitif, dan spiritual melalui pembelajaran mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa tunanetra kelas IV. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan uji validitas menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran mencerminkan pembelajaran yang atensi, pembelajaran yang bermakna, dan pembelajaran yang menyenangkan. Strategi pembelajaran mendalam dikembangkan melalui model CERDAS (Contextual, Experiential, Reflective, Deep, Active, Spiritual) yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam setiap hari Kamis. Guru secara aktif menyesuaikan materi, metode, dan media dengan karakteristik siswa tunanetra sehingga pembelajaran tidak hanya menekankan pemahaman kognitif, tetapi juga pemahaman afektif dan spiritual. Temuan ini memberikan manfaat bagi guru dan lembaga pendidikan khusus dalam merancang pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang adaptif, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual.
Copyrights © 2025