Disparitas kompetensi awal mahasiswa baru vokasi menjadi tantangan fundamental dalam proses pembelajaran elektronika lanjut. Berdasarkan pemetaan awal terhadap 23 mahasiswa baru Program Diploma 4 (D4), ditemukan kesenjangan pengetahuan yang signifikan: sebanyak 13 mahasiswa (56,5%) berada pada kategori ragu-ragu/kurang, 7 mahasiswa (30,4%) membutuhkan bimbingan intensif, dan hanya 3 mahasiswa (13%) yang memiliki kemandirian pengetahuan. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengatasi kesenjangan tersebut melalui pelatihan interaktif berbasis visualisasi dan metode scaffolding. Metode pelaksanaan meliputi survei diagnostik, pelatihan intensif pengenalan komponen dengan asosiasi visual, dan evaluasi pasca-pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi positif yang signifikan. Kelompok mahasiswa dengan kompetensi mandiri (Sangat Baik) melonjak drastis menjadi 16 orang (69,6%). Sementara itu, ketidaktahuan fundamental berhasil direduksi secara masif, menyisakan hanya 3 mahasiswa (13%) pada kategori kurang, dan 4 mahasiswa (17,4%) pada fase transisi (terbimbing). Pelatihan ini terbukti efektif menyeragamkan kompetensi dasar dan membangun kepercayaan diri (self-efficacy) mahasiswa untuk menempuh mata kuliah praktik selanjutnya.
Copyrights © 2025