Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga hama pada fase generatif tanaman cabai Hiyung (Capsicum frutescens L.) dengan aplikasi POC Plus. Pengamatan dilakukan menggunakan metode yellow trap, pitfall trap, dan secara manual selama periode generatif. Data dianalisis menggunakan indeks ekologi Shannon-Wiener (H’), indeks kekayaan (R), indeks kemerataan (E), serta indeks dominasi (D). Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan spesies serangga hama, yaitu Plutella xylostella, Spodoptera litura, Bactrocera dorsalis, Mictis longicornis, Nezara viridula, Megacopta cribraria, Leptocorisa oratorius, dan Myrmeleon formicarius. Tingkat keanekaragaman serangga tergolong rendah (H’ = 0,531), dengan kekayaan jenis rendah (R = 0,977), kemerataan populasi rendah (E = 0,242), serta dominasi tinggi (D = 0,789). Spesies yang paling mendominasi adalah Bactrocera dorsalis dengan jumlah tangkapan 4.726 individu. POC Plus mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi belum efektif menekan dominasi lalat buah, sehingga diperlukan penerapan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) untuk menjaga keseimbangan ekosistem cabai Hiyung.
Copyrights © 2025