Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan gaya inersia gempa pada arah vertikal dan horizontal berdasarkan mode shape dominan dari Jembatan Sei Wampu. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitaif dengan analisis modal linier menggunakan perangkat lunak ABAQUS untuk memperoleh frekuensi alami dan mode shape utama struktur. Nilai mode shape dan massa pada tiap noda kemudian digunakan untuk menghitung gaya inersia akibat beban gempa vertikal dan horizontal berdasarkan spektrum respons elastis sesuai dengan SNI 2833:2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya inersia akibat gempa vertikal mencapai 811,77 kN, sedikit lebih besar dibanding gaya inersia horizontal sebesar 805,31 kN. Temuan ini menunjukkan bahwa komponen vertikal gempa, yang sering diabaikan dalam perencanaan awal struktur jembatan di Indonesia, dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap respons awal struktur. Studi ini merekomendasikan agar gaya gempa vertikal dipertimbangkan secara eksplisit dalam evaluasi awal berbasis mode dominan, terutama pada jembatan bentang panjang yang menunjukkan deformasi dominan secara vertikal pada mode pertama. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan standar desain seismik nasional dan peningkatan praktik evaluasi risiko jembatan di wilayah rawan gempa.
Copyrights © 2025