Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas latihan dry land dan latihan mobility dalam meningkatkan kecepatan waktu tempuh atlet. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan dua kelompok perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok dry land mengalami penurunan waktu tempuh sebesar 1,66 detik (5,44%), sedangkan kelompok mobility hanya sebesar 0,65 detik (2,18%). Latihan dry land yang melibatkan kekuatan, pliometrik, dan kecepatan terbukti mampu meningkatkan daya ledak otot, efisiensi neuromuskular, serta koordinasi gerak tubuh. Sementara itu, latihan mobility cenderung berfokus pada peningkatan fleksibilitas dan pencegahan cedera, namun kurang efektif dalam peningkatan kecepatan. Standar deviasi posttest yang lebih kecil pada kelompok dry land juga menunjukkan peningkatan konsistensi performa antar atlet. Temuan ini menegaskan bahwa latihan dry land lebih unggul dalam meningkatkan performa kecepatan dan direkomendasikan sebagai program utama dalam pembinaan atletik, sedangkan latihan mobility berperan sebagai pelengkap.
Copyrights © 2025