Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran guru PJOK dalam mengimplementasikan elemen bernalar kritis Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 2 Sukamanti, Kabupaten Ciamis. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru PJOK, Wakasek Kurikulum, dan dua siswa, serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman bernalar kritis terkonstruksi bertingkat sesuai peran stakeholder pendidikan. Implementasi pendekatan Teaching Games for Understanding (TGfU) yang diintegrasikan dengan problem-based learning dan pembelajaran kooperatif terbukti efektif mengembangkan kemampuan bernalar kritis dengan menekankan pemahaman taktik sebelum teknik. Faktor pendukung meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka, antusiasme siswa, dan kolaborasi guru, sedangkan penghambat mencakup keterbatasan waktu, jumlah siswa besar, dan kebiasaan pembelajaran konvensional. Dampak positif implementasi terlihat pada peningkatan partisipasi aktif, kemampuan problem solving, pemahaman konseptual mendalam, dan transformasi pembelajaran holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Copyrights © 2025