Pergaulan bebas pada remaja di era milenial masih menjadi isu serius, terutama karena kemajuan teknologi yang memudahkan akses informasi, termasuk yang berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Edukasi terhadap pengetahuan bahaya seks bebas pada usia remaja. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 32 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berisi 20 pertanyaan dengan skala Guttman, di mana setiap jawaban yang benar diberikan nilai 1 dan jawaban yang salah diberikan nilai 0. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu dimulai dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi mengenai bahaya seks bebas, dan diakhiri dengan post-test guna mengevaluasi efektivitas dari edukasi yang telah diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 31,25% siswa berada pada kategori pengetahuan rendah, 46,87% cukup, dan 21,80% baik. Setelah edukasi, siswa dengan pengetahuan rendah menurun menjadi 15,62%, kategori cukup menjadi 25%, dan kategori baik meningkat menjadi 59,38%. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 62,81 menjadi 78,90 setelah edukasi dilakukan. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja terhadap bahaya seks bebas. Free socializing among teenagers in the millennial era remains a serious issue, especially due to technological advances that facilitate access to information, including risky content. This study aims to examine the implementation of Health Education on teenagers' knowledge about the dangers of free sex. The research uses a case study design with a descriptive approach, involving 32 students selected through purposive sampling. Data collection was conducted using a questionnaire containing 20 questions with a Guttman scale, where each correct answer was scored 1 and each incorrect answer scored 0. The data collection process was carried out in three stages: starting with a pre-test to measure initial knowledge, followed by providing education about the dangers of free sex, and concluding with a post-test to evaluate the effectiveness of the education given. The results showed that before the education, 31.25% of students were in the low knowledge category, 46.87% moderate, and 21.80% high. After the education, the percentage of students with low knowledge decreased to 15.62%, moderate to 25%, and those with high knowledge increased to 59.38%. The average knowledge score rose from 62.81 to 78.90 after the education was conducted. The conclusion indicates that health education is effective in improving teenagers' understanding of the dangers of free sex.
Copyrights © 2026