Kemampuan pemecahan masalah matematis memiliki peran penting dalam pembelajaran sains karena menuntut mahasiswa untuk berpikir kritis, logis, dan sistematis dalam menghadapi persoalan baru. Dalam konteks perkuliahan Basic Mathematics, kemampuan ini menjadi dasar bagi mahasiswa Pendidikan IPA untuk memahami dan menerapkan konsep-konsep matematika dalam bidang kajian lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa Pendidikan IPA ICP dengan mengacu pada tahapan Polya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 29 mahasiswa semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah yang disusun berdasarkan indikator Polya. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan mahasiswa pada setiap tahapan. Sebagian besar mahasiswa telah mampu memahami masalah dengan baik, tetapi masih lemah dalam merancang strategi dan melakukan pemeriksaan terhadap hasil penyelesaian. Mahasiswa dengan kemampuan tinggi menunjukkan ketepatan dalam prosedur penyelesaian, namun belum konsisten menuliskan langkah-langkah berpikirnya. Adapun mahasiswa kategori sedang dan rendah cenderung berfokus pada hasil akhir tanpa memperhatikan proses dan refleksi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa proses pembelajaran matematika di perguruan tinggi perlu diarahkan pada penguatan keterampilan berpikir strategis dan reflektif agar mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Copyrights © 2025