Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik pasangan calon Syakur Amin dan Putri Karlina melalui program “Hap Huap Asyik” dalam kontestasi Pilkada Garut. Program ini merupakan bentuk adaptasi lokal dari isu nasional makan siang gratis yang diusung oleh Prabowo Subianto, namun dikemas dalam pendekatan budaya, emosional, dan komunikasi langsung yang menyentuh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, serta menganalisis lima dimensi utama strategi komunikasi politik, yaitu: penentuan komunikator, target khalayak, pesan yang disampaikan, media yang digunakan, dan dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program ini ditentukan oleh kombinasi karakter birokratis Syakur dan pendekatan komunikatif-humanis dari Putri, sehingga membentuk figur komunikator politik yang kredibel dan diterima luas. Strategi ini juga menyasar masyarakat menengah ke bawah melalui titik-titik publik strategis dengan pendekatan yang inklusif dan empatik. Pesan yang disampaikan tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar, tetapi juga dibingkai secara simbolik dan emosional. Media kampanye memadukan komunikasi langsung dan distribusi digital melalui influencer yang memperkuat jangkauan pesan dan efek viral. Dampaknya mencakup peningkatan elektabilitas secara signifikan, pembentukan citra positif, serta koneksi emosional yang kuat dengan publik. Penelitian ini merekomendasikan agar strategi komunikasi semacam ini dilengkapi dengan elemen edukatif untuk mendorong literasi politik masyarakat secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025