Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Obstacles and Challenges of Women Workers in the Construction Industry Salamah, Ummu; Widaningsih, Lilis
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya Vol 45, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v45i22022p161-167

Abstract

Construction is an industry that contains activities to create or build facilities and infrastructure in a tangible form in order to achieve certain goals. It is known as a male-dominated industry with heavy work, which creates gaps and problems for the women who work there. The purpose of this study is to provide an overview of the obstacles and challenges of women when working in the construction industry. This study uses a qualitative approach with a literature review method. Article searches are performed through the Publish or Perish application on the Scholar platform. After screening through inclusion and exclusion criteria, there were 25 scientific articles from 9 international journals that met the criteria. The result is that the obstacles and challenges faced by women in the construction industry are classified into internal and external. Internal obstacles in the form of: mental readiness, lack of competence, not having a certificate of expertise in a particular field; while the external obstacles are: discrimination based on gender, sexual harassment, lack of organizational support, and disparity in workers' wages. Internal challenges in the form of: self-efficacy, openness, fatigue and work stress; while the external challenges are: high work pressure, long working hours, heavy workload, and masculine culture. To overcome these problems, it requires not only the efforts of each individual, but also the cooperation of all parties involved, especially policy makers in companies and government.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENYALURAN DANA BAZNAS SITUBONDO DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN EKSTRIM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH Salamah, Ummu; Sofyanto, Budy
AQaduna : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 2 No 2 Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/aqaduna.vi.153

Abstract

Angka kemiskinan masyarakat di daerah Kabupaten Situbondo mengalami peningkatan yang sangat pesat, sehingga menjadi masalah utama yang harus segera ditanggulangi. Lembaga BAZNAS Kabupaten Situbondo membantu dengan cara menyalurkan dana kepada masyarakat yang ekonominya kesulitan. Penyaluran dana ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim yang terjadi di masyarakat sesuai dengan teori Maqasid Syariah. Adapun fokus penelitian ini yaitu bagaimana efektivitas penyaluran dana BAZNAS Kabupaten Situbondo dalam mengentaskan kemiskinan ekstrim?, dan bagaimana penyaluran dana BAZNAS Kabupaten Situbondo terhadap kemiskinan ekstrim perspektif maqasid syariah? Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya menggunakan penelitian lapangan. Adapun sumber data yang diperoleh melalui observasi Lembaga BAZNAS Situbondo; wawancara kepada ketua BAZNAS, koordinator penditribusian, staf BAZNAS Situbondo, dokumentasi BAZNAS Kabupaten Situbondo dan mustahik. Berdasarkan dari penelitian penulis mengerti bahwa efektivitas penyaluran dana BAZNAS Situbondo cukup maksimal karena adanya bantuan penyaluran dana berupa usaha, bantuan pendidikan melalui beasiswa, maupun bantuan biaya hidup setiap bulannya kepada masyarakat yang masuk pada golongan miskin ekstrim dan sesuai dengan teori maqasid syariah.
PROFIL KEMAMPUAN NUMERASI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 16 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM: Profile Of Numeracy Ability Of Class VIII Students Of SMP Negeri 16 Palu In Solving AKM Quetions Salamah, Ummu; Karniman, Tegoeh S.; Hadjar, Ibnu; M., Bakri
Aksioma Vol. 14 No. 1 (2025): AKSIOMA
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v14i1.4383

Abstract

This study aims to describe the numeracy skills of class VIII students of SMP Negeri 16 Palu in solving AKM problems. This research is a descriptive research with qualitative approach. The subjects of this research were students of class VIII SMP Negeri 16 Palu consisting of three people, namely one high ability student, one medium ability student and one low ability student. Data collection techniques used observation, tests, interviews, and documentation. The results of this study indicate that (1) The profile of numeracy skills of high-ability students can meet all indicators of numeracy skills, meaning that the subject is able to master the use of numbers and symbols, as well as the stage of analyzing information and interpreting and mastering it well. (2) The numeracy ability profile of medium ability learners is only able to master two indicators, meaning that the subject masters the use of symbols and evaluates, and cannot draw conclusions from the answers that have been found. (3) The numeracy profile of low ability learners is only able to master the use of symbols and numbers, unable to fulfill the other two indicators.
PERDA SYARIAH DALAM OTONOMI DAERAH Salamah, Ummu; Rianto, Reinaldo
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 2 No 2 (2014): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 29 ayat 1 menjelaskan bahwa “Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Ketentuan normatif-yuridis ini telah memberikan legitimasi bagi formalisasi hukum Islam untuk terintegrasi secara transformatif dalam sistem politik dan hukum ketatanegaraan Indonesia. Internalisasi hukum Islam ke dalam peraturan perundang-undangan di tingkat daerah telah membuka ruang adanya semangat otonomi yang diberikan oleh daerah-daerah baik yang umum dan khusus. Semangat ini pula yang kemudian melahirkan adanya inisiatif untuk menggulirkan Peraturan Daerah bernuansa syariat Islam, yang tentunya menimbulkan pro dan kontra di tengah kalangan masyarakat.
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK SYAKUR PUTRI MELALUI PROGRAM KAMPANYE “HAP HUAP ASYIK” Ramadhan, Syahrul; Salamah, Ummu; Pratiwi, Resty Mustika
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v9i2.6282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik pasangan calon Syakur Amin dan Putri Karlina melalui program “Hap Huap Asyik” dalam kontestasi Pilkada Garut. Program ini merupakan bentuk adaptasi lokal dari isu nasional makan siang gratis yang diusung oleh Prabowo Subianto, namun dikemas dalam pendekatan budaya, emosional, dan komunikasi langsung yang menyentuh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, serta menganalisis lima dimensi utama strategi komunikasi politik, yaitu: penentuan komunikator, target khalayak, pesan yang disampaikan, media yang digunakan, dan dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program ini ditentukan oleh kombinasi karakter birokratis Syakur dan pendekatan komunikatif-humanis dari Putri, sehingga membentuk figur komunikator politik yang kredibel dan diterima luas. Strategi ini juga menyasar masyarakat menengah ke bawah melalui titik-titik publik strategis dengan pendekatan yang inklusif dan empatik. Pesan yang disampaikan tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar, tetapi juga dibingkai secara simbolik dan emosional. Media kampanye memadukan komunikasi langsung dan distribusi digital melalui influencer yang memperkuat jangkauan pesan dan efek viral. Dampaknya mencakup peningkatan elektabilitas secara signifikan, pembentukan citra positif, serta koneksi emosional yang kuat dengan publik. Penelitian ini merekomendasikan agar strategi komunikasi semacam ini dilengkapi dengan elemen edukatif untuk mendorong literasi politik masyarakat secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Dampak Menonton Tayangan Clash of Champions Ruangguru Terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi di Kabupaten Karawang Oktavia, Narti; Salamah, Ummu; Adnan, Iis Zilfah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1929

Abstract

Pendidikan tinggi memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, berdasarkan data, tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dalam pendidikan, khususnya di Kabupaten Karawang, masih tergolong rendah. Salah satu inovasi untuk menumbuhkan minat melanjutkan pendidikan adalah penggunaan media edutainment yang menggabungkan unsur edukasi dengan hiburan, seperti tayangan Clash of Champions dari Ruangguru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tayangan tersebut terhadap minat siswa SMA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Teori yang digunakan adalah Teori Pembelajaran Sosial dari Albert Bandura yang menekankan empat komponen pembelajaran melalui pengamatan, yaitu attention, retention, reproduction, dan motivation. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif melalui kuesioner, dengan teknik sampling kuota, melibatkan 60 siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Tirtajaya. Hasil penelitian menunjukkan seluruh dimensi teori berada pada kategori cukup tinggi. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara paparan program Clash of Champions dengan minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa program pendidikan yang dikemas dengan elemen hiburan dapat secara efektif meningkatkan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan.
DAMPAK KONTEN PERSUASIF PADA MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN GAYA HIDUP GEN Z DALAM BIDANG OLAHRAGA Rohman, Abdul Rofi Kholikul; Salamah, Ummu; Husnusyifa, Annisa
Jurnal Common Vol. 9 No. 2 (2025): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/common.v9i2.16736

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial seperti Instagram dan TikTok, telah memberikan pengaruh signifikan terhadap pola hidup masyarakat, terutama Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak konten persuasif di media sosial terhadap perubahan gaya hidup Gen Z dalam bidang olahraga. Pendekatan kuanitatif diterapkan pada penelitianini, dengan metode survey penyebaran kuisioner kepada 71 orang responden anggota aktif BEFIT GYM yang berusia 18–34 tahun.Berdasarkan hasil analisis, konten persuasif terbukti berpengaruh signifikan terhadap perubahan gaya hidup, dengan nilai R2 sebesar 0,380 hal ini menunjukkan bahwa 38% variasi dalam gaya hidup Gen Z dijelaskan ole konten persuasife, sementara 62% sisanya dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti. Uji korelasi juga menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel (r = 0,617). Temuan ini membuktikan bahwa konten persuasif yang disajikan secara menarik dan konsisten di media sosial mampu memengaruhi kesadaran, sikap, dan perilaku Gen Z dalam menjalani gaya hidup sehat melalui aktivitas olahraga. Temuan ini di harapkan dapat menjadi acuan bagi para kreator dan pelatih dalam membuat konten persuasif yang lebih efektif guna mendorong gaya hidup sehat di kalangan Generasi Z peneltian lebih lanjut di sarankan untuk mengeksplorasi variabel eksternal lainnya yang turut mempengaruhi perubahan haya hidup secara mendalam. Kata Kunci: Generasi Z, Instagram, Konten Persuasif, Media Sosial, Tiktok
Efektifitas E-LKPD Berbasis Game Edukatif untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Salamah, Ummu; Syahfitri, Jayanti; Kasmiruddin, Kasmiruddin; Nasral, Nasral
Biology and Education Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Biology and Education Journal (BaEJ)
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/baej.2025.23945

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting dikembangkan, khususnya pada mata pelajaran Biologi yang menuntut analisis mendalam. Namun, metode pembelajaran yang monoton dan temuan awal di SMA Negeri 03 Bengkulu Tengah menunjukkan urgensi intervensi, di mana sekitar 50% siswa belum mencapai KKM dan partisipasi analisis masih rendah. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas E-LKPD berbasis game edukatif (Wordwall) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode (quasi-eksperimen) dan desain (Random sampling). Sampel diambil melalui purposive sampling pada siswa kelas XI IPA. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian berpikir kritis. Kelas eksperimen menggunakan E-LKPD Wordwall , sementara kelas kontrol menggunakan LKPD cetak konvensional. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U (0,019 < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan peningkatan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan: Penggunaan E-LKPD berbasis game edukatif efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Media ini menciptakan pembelajaran yang menarik, mendorong keterlibatan aktif, dan melatih analisis sistematis.
Analisis Makna Simbolik Tari Domba Garut Pada Sanggar Galura Kencana Julianti, Syifa; Salamah, Ummu; Hadiati
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2527

Abstract

This research is motivated by concerns about the fading of the meaning of local culture due to the development of popular culture that tends to ignore traditional values. The Domba Garut Dance by Sanggar Galura Kencana was chosen as the object of study because it is believed to hold cultural symbols that represent the identity of the Garut people. By using a qualitative method and ethnographic approach, and based on the theory of symbolic interactionism, this research aims to reveal the symbolic meaning contained in dance movements, makeup, costumes, music, and dancers' roles. Data was obtained through observation and in-depth interviews with choreographers and dancers. The results showed that dance movements represent Garut sheep in the art of agility known as dashing, make-up and costumes symbolize strength, simplicity, and courage, while music and poetry strengthen the nuances of fighting. This dance can be performed by men and women as long as they are able to internalize the symbolic value in question. In conclusion, Domba Garut Dance is not just a performing art, but a symbolic communication medium that represents cultural identity and a means of local education that needs to be preserved. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kekhawatiran terhadap lunturnya makna budaya lokal akibat perkembangan budaya populer yang cenderung mengabaikan nilai Tradisional. Tari Domba Garut karya Sanggar Galura Kencana dipilih sebagai objek kajian karena diyakini menyimpan simbol-simbol budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat Garut. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi, serta berlandaskan teori interaksionisme simbolik, penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik yang terkandung dalam gerak tari, tata rias, kostum, musik, dan peran penari. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan koreografer dan penari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak tari merepresentasikan Domba Garut dalam seni ketangkasan yang dikenal dengan gagah. Make up atau tata rias dan kostum menjadi simbol kekuatan, kesederhanaan, dan keberanian, sedangkan musik dan syair memperkuat nuansa pertarungan. Tari ini dapat dibawakan oleh laki-laki maupun perempuan selama mampu menginternalisasi nilai simbolik yang dimaksud. Kesimpulannya, Tari Domba Garut bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan media komunikasi simbolik yang merepresentasikan identitas budaya dan sarana edukasi lokal yang perlu dilestarikan.
Analisis Makna Simbolik Tari Domba Garut Pada Sanggar Galura Kencana Julianti, Syifa; Salamah, Ummu; Hadiati
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2527

Abstract

This research is motivated by concerns about the fading of the meaning of local culture due to the development of popular culture that tends to ignore traditional values. The Domba Garut Dance by Sanggar Galura Kencana was chosen as the object of study because it is believed to hold cultural symbols that represent the identity of the Garut people. By using a qualitative method and ethnographic approach, and based on the theory of symbolic interactionism, this research aims to reveal the symbolic meaning contained in dance movements, makeup, costumes, music, and dancers' roles. Data was obtained through observation and in-depth interviews with choreographers and dancers. The results showed that dance movements represent Garut sheep in the art of agility known as dashing, make-up and costumes symbolize strength, simplicity, and courage, while music and poetry strengthen the nuances of fighting. This dance can be performed by men and women as long as they are able to internalize the symbolic value in question. In conclusion, Domba Garut Dance is not just a performing art, but a symbolic communication medium that represents cultural identity and a means of local education that needs to be preserved. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kekhawatiran terhadap lunturnya makna budaya lokal akibat perkembangan budaya populer yang cenderung mengabaikan nilai Tradisional. Tari Domba Garut karya Sanggar Galura Kencana dipilih sebagai objek kajian karena diyakini menyimpan simbol-simbol budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat Garut. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi, serta berlandaskan teori interaksionisme simbolik, penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik yang terkandung dalam gerak tari, tata rias, kostum, musik, dan peran penari. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan koreografer dan penari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak tari merepresentasikan Domba Garut dalam seni ketangkasan yang dikenal dengan gagah. Make up atau tata rias dan kostum menjadi simbol kekuatan, kesederhanaan, dan keberanian, sedangkan musik dan syair memperkuat nuansa pertarungan. Tari ini dapat dibawakan oleh laki-laki maupun perempuan selama mampu menginternalisasi nilai simbolik yang dimaksud. Kesimpulannya, Tari Domba Garut bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan media komunikasi simbolik yang merepresentasikan identitas budaya dan sarana edukasi lokal yang perlu dilestarikan.