Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD) di SMKS Mahardhika Surabaya, mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis tematik menggunakan perangkat lunak NVivo 15 dengan kerangka POAC (planning, organizing, actuating, controlling). Temuan menunjukkan bahwa; (1) perencanaan belum didukung kebijakan tertulis khusus SPMB inklusif; (2) pengorganisasian belum menetapkan pembagian tugas panitia secara formal; (3) pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui wawancara, placement test untuk penentuan jurusan, dan diagnosis hasil, namun adaptasi asesmen dan pelibatan tenaga ahli belum dilakukan; (4) pengawasan bersifat reflektif, belum terstruktur; (5) faktor yang mendukung berupa komitmen pihak sekolah dalam penerimaan yang inklusif; (6) faktor yang menghambat berupa belum tersedianya panduan tertulis penerimaan, belum tersedia Guru Pendamping Khusus (GPK), belum ada adaptasi asesmen khusus, serta belum melibatkan tenaga ahli dalam proses asesmen dan diagnosis. Sekolah telah menunjukkan niat dan langkah awal untuk penerimaan inklusif, namun masih memerlukan penguatan dalam menunjang implementasi SPMB yang lebih sistematis seperti penyusunan SOP SPMB inklusif, pembentukan tim asesmen lintas profesi, perekrutan GPK, dan pelatihan bagi panitia khusus.
Copyrights © 2025