Masyarakat merupakan salah satu komponen dari strategi promosi kesehatan pemberdayaan (empowerment) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Terselenggaranya pelayanan Posyandu melibatkan banyak pihak, salah satunya kader. Hal tersebut menjadi alasan krusial untuk upaya peningkatan kapasitas dari kader Posyandu Delima Putih I (di Kota Yogyakarta), yang salah satu perannya adalah kegiatan penyuluhan dan konseling kesehatan dan membantu petugas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan. Beberapa kasus kegawatan pada bayi dan anak yang sering dijumpai dalam praktek sehari-hari antara lain keracunan; diare dan luka bakar. Secara umum terdapat kendala yang ada di lapangan yaitu: 1) kader posyandu belum terpapar informasi kaitannya dengan kasus-kasus yang dapat menimbulkan kondisi kegawatan tersebut serta tatalaksananya; 2) belum ada media yang dapat membantu kader posyandu untuk edukasi kepada orangtua terkait dengan kasus-kasus yang dapat menimbulkan kondisi kegawatan tersebut serta tatalaksananya. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka dibutuhkan program untuk meningkatkan pemahaman kader Posyandu Delima Putih I dengan dilaksanakannya  “Program Capacity Building Kader Posyandu Peduli Pencegahan Kegawatan pada Bayi dan Anakâ€. Tahapan yang dilaksanan pada PKM ini adalah 1)persiapan dan orientasi, 2) penyampaian planning program, 3) penyampaian materi PKM dengan media buku saku, 4) kegiatan mini seminar dan pelatihan secara online, 5) evaluasi pelaksanaan PKM dan rencana tindak panjut, Berdasarkan hasil post test yang dilakukan setelah kegiatan selesai pada 7 peserta PKM kader Posyandu Delima Putih I adalah terdapat peserta yang mendapatkan nilai 80. Berdasarkan data kualitatif yang disampaikan oleh para peserta kegiatan yang dilakanakan memberikan manfaat untuk peningkatan pengetahuan kader.Â
Copyrights © 2021