Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan strategi perbaikan dialog (repair strategies) pada asisten suara lintas bahasa, dengan fokus pada interaksi pengguna yang mengekspresikan kebingungannya melalui respons "Huh?". Sebagai alat komunikasi berbasis suara, asisten suara sering menghadapi tantangan dalam memahami perintah atau pertanyaan pengguna, terutama ketika respons yang diberikan tidak sesuai dengan harapan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana asisten suara menerapkan strategi perbaikan untuk menangani kesalahan pemahaman lintas bahasa, dengan memperhatikan aspek lingual dan budaya yang berbeda. Melalui analisis percakapan yang dikumpulkan dari berbagai platform asisten suara di berbagai bahasa, ditemukan bahwa perbaikan dilakukan dengan beberapa pendekatan, seperti klarifikasi, pengulangan, dan konfirmasi. Temuan menunjukkan bahwa strategi perbaikan yang efektif sangat bergantung pada kemampuan asisten suara untuk mengenali konteks dan nuansa dalam percakapan, serta kepekaan terhadap perbedaan bahasa dan budaya. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi pengembangan asisten suara yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna lintas bahasa, dengan menekankan pentingnya perbaikan dialog yang adaptif dan kontekstual.
Copyrights © 2025