Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk ekspresi tidak langsung dalam antologi Puisi Cinta karya W.S. Rendra serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kajian ini menggunakan pendekatan semiotika Riffaterre yang menekankan pada pembacaan semiotik melalui tiga tahapan: pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik, dan identifikasi hipogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam antologi tersebut banyak menggunakan ekspresi tidak langsung melalui mekanisme penyimpangan, penciptaan, dan penggantian makna (displacing, distorting, dan creating meaning). Ekspresi tersebut menggambarkan kompleksitas emosi cinta dalam berbagai bentuk dan situasi, serta mengandung makna simbolik yang kaya. Dalam konteks pembelajaran sastra di SMK, temuan ini dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan apresiasi siswa terhadap puisi modern sekaligus melatih kemampuan analisis dan interpretasi teks sastra secara kritis dan kreatif. Oleh karena itu, pembelajaran sastra berbasis pendekatan semiotika Riffaterre relevan untuk diintegrasikan dalam kurikulum sastra di tingkat SMK.
Copyrights © 2025