Penelitian ini mengkaji integrasi teori belajar bermakna David Ausubel dan pendekatan humanistik Carl Rogers dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MA Al-Qasimiyah Sorek Satu. Metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus digunakan untuk menganalisis implementasi advance organizer berbasis peta konsep hierarkis dan diskusi reflektif berbasis student-centered learning. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep (62% ke 78%) dan keterlibatan afektif siswa (45% ke 82%). Temuan kunci meliputi: (1) efektivitas peta konsep dalam menghubungkan materi baru dengan pengetahuan awal siswa, (2) peran iklim belajar empatik (unconditional positive regard) dalam menginternalisasi nilai akhlak, dan (3) tantangan guru dalam merancang materi tematik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Ausubel-Rogers mampu menyeimbangkan aspek kognitif dan afektif, meski memerlukan pelatihan lesson study untuk mengatasi resistensi guru. Implikasinya, model hybrid dua fase (struktur kognitif → eksplorasi nilai) direkomendasikan untuk pembelajaran Akidah Akhlak di era digital.
Copyrights © 2025