ABSTRAKKebisingan lalu lintas merupakan salah satu dampak negatif dari aktivitas transportasi jalan raya yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan lalu lintas, volume kendaraan, serta dampaknya terhadap masyarakat pada ruas Jalan Medan – Banda Aceh, Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Pengamatan dilakukan pada dua lokasi, yaitu lokasi 1 (Sta 255 + 655, kawasan permukiman ± 10 m dari tepi jalan, dekat akses kendaraan berat industri) dan lokasi 2 (Sta 255 + 381,36, kawasan perdagangan ± 10 m dari tepi jalan). Pengukuran kebisingan dilaksanakan selama tiga hari di masing-masing lokasi menggunakan aplikasi Sound Level Meter dan hasilnya dianalisis dengan metode Calculation of Road Traffic Noise (CoRTN). Hasil di lokasi 1 menunjukkan nilai Leg 62,38 – 73,33 dB(A) dan nilai Predicted Noise Level (PNL) 61,56 – 66,29 dB(A), keduanya melebihi baku mutu 55 dB(A) untuk kawasan permukiman. Di lokasi 2, nilai Leg 69,60 –75,50 dB(A) melampaui baku mutu 70 dB(A), sedangkan nilai PNL 68,24 – 70,21 dB(A) pada umumnya masih berada dalam ambang batas. Analisis volume lalu lintas memperlihatkan bahwa lokasi 1 didominasi kendaraan berat dengan kecepatan rendah (18 – 36 km/jam) sehingga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kebisingan. Sebaliknya, lokasi 2 memiliki volume kendaraan lebih besar namun arus lalu lintas relatif lancar (30 – 59 km/jam), sehingga kebisingan lebih dipengaruhi oleh jumlah dan kecepatan kendaraan dibandingkan kemacetan. Survei persepsi masyarakat menunjukkan adanya dampak serius dari kebisingan lalu lintas, seperti gangguan komunikasi (88,0%), suara kendaraan (74,8%), sakit kepala (74,8%), gangguan istirahat (70,0%), pendengaran (68,4%), dan konsentrasi (67,6%). Temuan ini menegaskan bahwa kebisingan lalu lintas tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian kebisingan melalui rekayasa lalu lintas, penanaman vegetasi pelindung, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap dampak kebisingan di lingkungan perkotaan maupun permukiman.Kata Kunci: Kebisingan, Lalu Lintas, Jalan Nasional, CoRTN, Sound Level Meter.
Copyrights © 2025