Apa yang membedakan sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi kontemporer lainnya, kata M. Mannan, adalah bahwa kesuksesan material berfungsi sebagai sarana untuk mencapai cita-cita moral dan spiritual yang lebih tinggi dalam kerangka kerja Islam. Oleh karena itu, ia menyarankan adanya pergeseran orientasi nilai, struktur kelembagaan baru, dan tujuan yang direvisi dengan mengerjakan ulang teori ekonomi Neoklasik tradisional dan metode-metodenya. Jika dibandingkan dengan ide-ide pembangunan kontemporer, Muhammad A. Mannan berpendapat bahwa pembangunan Islam memiliki lebih banyak manfaat. Dalam konteks rencana jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi, "desain kebijakan fiskal" adalah strategi resmi untuk mengelola uang negara yang masuk dan keluar dari pemerintah. Dalam pandangan Mannan, kebijakan fiskal dalam kerangka ekonomi Islam berusaha untuk membangun sebuah komunitas yang mendistribusikan uang secara adil, dengan nilai-nilai material dan spiritual yang dipegang teguh.
Copyrights © 2025