Tingginya angka turnover karyawan Generasi Z menjadi tantangan serius bagi organisasi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah trait kepribadian berperan sebagai moderator dalam hubungan antara workplace ostracism dan turnover intention pada karyawan Generasi Z di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei menggunakan kuesioner terhadap 408 partisipan yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan meliputi workplace ostracism scale, intention to leave scale, dan big five inventory. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS, PROCESS MACRO, dan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) workplace ostracism berhubungan positif secara signifikan dengan turnover intention; (b) trait kepribadian tidak memiliki hubungan signifikan dengan turnover intention secara langsung; (c) tidak terdapat peran moderasi dari kelima dimensi trait kepribadian (openness to experience, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism) terhadap hubungan antara workplace ostracism dan turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa trait kepribadian tidak berkaitan dengan turnover intention, dan tidak memengaruhi kekuatan hubungan antara workplace ostracism dan turnover intention. Oleh karena itu, organisasi perlu fokus pada upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif sebagai strategi utama untuk menekan turnover karyawan Generasi Z.
Copyrights © 2025