Riset ini bertujuan guna menganalisis pengaruh Job Demands (tuntutan pekerjaan) dan Job Resources (sumber daya pekerjaan) terhadap Job Hopping Intention pada pekerja generasi milenial di wilayah Jabodetabek. Riset menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional kausalitas. Sampel berjumlah 122 responden pekerja milenial yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pernah berpindah kerja minimal satu kali dalam kurun waktu 1–2 tahun atas keinginan sendiri. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring yang terdiri atas skala Job Demands–Resources dan Job Hopping Intention yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (α = 0,834–0,930). Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil riset menunjukkan bahwasanya Job Demand dan Job Resource secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Job Hopping Intention (F = 10,301; p < 0,001). Secara parsial, baik Job Demand (β = 0,379; p < 0,001) maupun Job Resource (β = 0,193; p = 0,018) berpengaruh positif terhadap Job Hopping Intention. Temuan ini menegaskan bahwasanya pekerja milenial tidak hanya terdorong berpindah karena tekanan kerja, tetapi juga karena dorongan karier yang bersifat mandiri dan fleksibel. Implikasi dari riset ini menunjukkan pentingnya organisasi guna menyeimbangkan tuntutan kerja dan pemberian sumber daya, serta menciptakan lingkungan kerja yang bermakna dan mendukung keterikatan karyawan jangka panjang.
Copyrights © 2025