Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI EMOSIONAL KONSUMEN TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PENGGUNA SHOPEE INDONESIA PADA DEWASA AWAL Octa Ridwan Pratama; Aisyah Ratnaningtyas; Amalia Adhandayani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 3 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i3.631

Abstract

E-commerce yang marak digunakan untuk saat ini adalah Shopee. Terdapat berbagi keunggulan pada e-commerce Shopee, sehingga banyak masyarakat dari berbagai usia tertarik berbelanja khususnya didominasi oleh mereka yang berusia dewasa awal. Dilihat dari perkembangan kognitifnya menjadikan adanya dorongan individu untuk berperilaku konsumtif dalam pembelian. Salah satu faktor yang diduga dapat mempengaruhi subjek berperilaku konsumtif adalah motivasi emosional konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi emosional konsumen terhadap perilaku konsumtif pengguna Shopee Indonesia pada dewasa awal. Metode penelitian ini adalah kuantitatif kausal komparatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling untuk sampel sebanyak minimal 100 responden. Alat ukur yang digunakan adalah skala motivasi emosional konsumen dengan 34 aitem valid dan reliabilitas sebesar 0,928, dan skala perilaku konsumtif dengan 23 aitem valid dan reliabilitas sebesar 0,955. Berdasarkan hasil persamaan regresi linier menunjukkan ada pengaruh positif motivasi emosional konsumen terhadap perilaku konsumtif (sig p 0,000 dan Y = 12,491+0,502X). Motivasi emosional konsumen memiliki pengaruhi terhadap perilaku konsumtif sebesar 43% dan sisanya 57% dipengaruhi oleh faktor lain. Pengguna Shopee Indonesia lebih banyak memiliki motivasi emosional konsumen tinggi (53,9%) dan perilaku konsumtif tinggi (53,3%), dengan data demografis lebih banyak berjenis kelamin perempuan, berusia 18-22 tahun, dengan tingkat pendidikan S1, serta berstatus Pelajar/Mahasiswa diikuti Karyawan. E-commerce that is widely used at this time is Shopee. There are various advantages in Shopee's e-commerce, so that many people of all ages are interested in shopping, especially those who are in early adulthood. Judging from its cognitive development, it makes an individual drive to behave consumptive in purchasing. One of the factors that are thought to influence the subject of consumptive behavior is the emotional motivation of consumers. This study aims to determine the effect of consumers' emotional motivation on the consumptive behavior of Shopee Indonesia users in early adulthood. This research method is quantitative causal comparative with purposive sampling technique for a sample of at least 100 respondents. The measuring instrument used is the consumer's emotional motivation scale with 34 valid items and reliability of 0.928, and the consumptive behavior scale with 23 valid and reliability items of 0.955. Based on the results of the linear regression equation, it shows that there is a positive influence of consumers' emotional motivation on consumptive behavior (sig p 0.000 and Y = 12.491+0.502X). Consumers' emotional motivation has an influence on consumptive behavior 43% and the remaining 57% is influenced by other factors. Shopee Indonesia users are more likely to have high consumer emotional motivation (53.9%) and high consumptive behavior (53.3%), with more demographic data being female, with an undergraduate education level, and student status followed by employee’s status.
MODEL WORK-LIFE BALANCE DALAM PENINGKATAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA PEREMPUAN BEKERJA YANG MENJALANI PERAN GANDA Sulis Mariyanti; Lita Patricia Lunanta; Aisyah Ratnaningtyas
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v7i2.3428

Abstract

Women who have multiple roles hope to live a balanced life. On the one hand, as an employee, she tries to be engaged in her work to a maximum performance. On the other hand, personal matters, household domestic tasks can be completed satisfactorily to make them happy. One of the efforts that can be made by women who have multiple roles to remain engaged in their work is to balance their personal affairs with their work or work-life balance. The purpose of this study was to determine the effect of work-family balance on the work engagement of working women who have multiple roles. This research method is quantitative-causal comparative with a purposive sampling technique, involving 201 working and married mothers in Indonesia. The work-life balance measurement tool refers to the theory of Greenhaus et.al (2002) with 21 valid items (range (r) ≥ 0.3) and reliability (α) = 0.905. The work engagement scale uses the Utrecht Employee Engagement Scale (UWES) from Schaufeli and Bakker (UWES) adapted from Titien (2016) with 28 valid items and reliability (α) = 0.922. The results of this study indicate that there is an effect of work-life balance on work engagement in working women who have multiple roles with a significant value (p) of 0.000 (p <0.05), with a simple linear regression equation Y = 1.138 + 0.614 X1. Work-Life Balance contributes 51.5% to Employee Engagement. More working women who have multiple roles feel a low work life balance (62.7%) and also more have low work engagement (61.7%). Keywords: Work-life balance, work engagement, women, work, multiple roles, Indonesia Perempuan yang menjalani peran ganda berharap dapat menjalani kehidupannya dengan seimbang. Di satu sisi, sebagai karyawati, ia berupaya bisa engaged terhadap pekerjaannya hingga berkinerja maksimal. Di sisi lain urusan pribadi, tugas domestik rumah tangga pun dapat diselesaikan dengan memuaskan hingga membuatnya bahagia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh perempuan yang menjalani peran ganda agar tetap engaged terhadap pekerjaannya adalah dengan tetap menyeimbangkan urusan pribadinya dengan pekerjaannya atau work-life balance. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh work-family balance terhadap work engagement perempuan bekerja yang menjalani peran ganda. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif-kausal komparatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 201 ibu bekerja dan telah menikah di wilayah Indonesia. Alat ukur work-life balance mengacu pada teori Greenhaus et.al (2002) dengan 21 item valid (rentang (r) ≥ 0,3) dan reliabilitas (α) = 0,905. Skala work engagement menggunakan Utrecht Employee engagement Scale (UWES) dari Schaufeli dan Bakker (UWES) yang diadaptasi dari Titien (2016) dengan 28 item valid dan reliabilitas (α) = 0,922. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh work-life balance terhadap work engagement pada perempuan bekerja yang menjalani peran ganda dengan nilai signifikan (p) sebesar 0,000 (p < 0,05), dengan persamaan regresi linier sederhana Y= 1,138 + 0,614 X1. Work-Life Balance berkontribusi 51,5% terhadap Employee Engagement. Perempuan bekerja yang menjalani peran ganda lebih banyak yang merasakan work life balance rendah (62,7%) dan juga lebih banyak yang memiliki work engagement rendah (61,7 %) Kata Kunci: Work-life balance, work engagement, perempuan, bekerja, peran ganda, Indonesia
KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA ERA SOCIETY 5.0 DITINJAU DARI SELF-EFFICACY (STUDI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI PROVINSI BANTEN) Wahyu Cahyaning Tias; Aisyah Ratnaningtyas; Desy Prastyani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 1 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v3i1.786

Abstract

Era Society 5.0 memunculkan tuntutan baru dalam dunia kerja mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh para mahasiswa tingkat akhir. Berbagai tuntutan tersebut seringkali membuat merka merasa cemas dalam menghadapi dunia kerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah self-efficacy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap kecemasan dalam menghadai dunia kerja era society 5.0 pada mahasiswa tingkat akhir di Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, berjenis kausal komparatif, dengan teknik purposive sampling berjumlah 100 mahasiswa tingkat akhir di Provinsi Banten sebagai responden. Alat ukur self-efficacy memiliki nilai (α)= 0,902 dan 22 aitem valid, sedangkan kecemasan dengan (α)= 0,917 dan 25 aitem valid. Hasil pada penelitian ini menunjukkan dari uji regresi linier sederhana diperoleh nilai sig. (p) sebesar 0,000 (p < 0.05) dan Y= 96,341- 0,676X, artinya hipotesis diterima, yaitu terdapat pengaruh negatif signifikan self-efficacy terhadap kecemasan dalam menghadapi dunia kerja era society 5.0 pada mahasiswa tingkat akhir di Provinsi Banten. Self-efficacy mempengaruhi kecemasan sebesar 41,1%, sedangkan sisanya yaitu 58,9% dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: Self-efficacy, kecemasan, Era Society 5.0 Era Society 5.0 raises bew demands in the world of work regarding the competencies that final year students must possess. These demands often make them feel anxious in facing the world of work. One of the factors that influence anxiety is self-efficacy. The purpose of this study was to determine the effect od self-efficacy on anxiety in dealing with the world of work in the era of society 5.0 in final year students in Banten Province. This research is a quantitative, causal comparative study, using a purposive sampling technique with a total of 100 final year students in Banten Province as respondents. Self-efficacy measurement showed (α)= 0.902 with 22 valid items, while anxiety showed (α)= 0.917 with 25 valid items. The results of this study show that from the simple linear regression test, the sig.(p) of 0.000 (p < 0.05) and Y= 96.341-0.676X, meaning that the hypothesis can be accepted. So, there is a significant negative effect of selfefficacy on anxiety in facing the work world of Society 5.0 for final-year students in Banten. Keywords: Self-Efficacy, Anxiety, Society 5.0 Era
KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION SECARA ONLINE DITINJAU DARI MOTIVASI EMOSIONAL KONSUMEN DEWASA AWAL Pratiwi, Citra; Ratnaningtyas, Aisyah; Adhandayani, Amalia
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2 (2022): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v20i2.281

Abstract

Saat ini berbelanja online mulai banyak disukai masyarakat, karena hal tersebut dapat memberikan kemudahan untuk kehidupan sehari-hari.  Terdapat banyak produk yang ditawarkan dari toko online salah satunya adalah produk fashion. Produk fashion merupakan produk yang paling diminati oleh kelompok usia dewasa awal dan usia dewasa awal juga yang menduduki peringkat tertinggi dalam melakukan pembelian secara online. Secara umum, sebagian besar pada usia ini sudah memiliki penghasilan sendiri, sehingga keputusan untuk membeli suatu produk pun cenderung meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang mengambil keputusan pembelian adalah motivasi emosional konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi emosional konsumen terhadap keputusan pembelian produk fashion secara online pada dewasa awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif kausal komparatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 300 responden. Pada skala motivasi emosional konsumen memiliki nilai (α) = 0,924 dengan 32 aitem dikatakan valid, dan skala keputusan pembelian didapatkan nilai (α) = 0,967 dengan 25 aitem yang valid. Hasil uji regresi linear menunjukkan terdapat pengaruh negatif motivasi emosional konsumen terhadap keputusan pembelian dengan sig. (p) 0,000 dan Y = 97,588 - 0,545X. Motivasi emosional konsumen memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 39,9% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor-faktor lain. Dewasa awal yang memiliki motivasi emosional tinggi sebanyak 53% dan keputusan pembelian yang tidak tepat sebanyak 54,3%.
Apakah Keterlekatan Kerja Mampu Memediasi Dukungan Lembaga Terhadap Kinerja Karyawan? Marhisar Simatupang; Lania Muharsih; Debi Angelina Barus; Aisyah Ratnaningtyas
Psikologi Prima Vol. 5 No. 2 (2022): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v5i2.3384

Abstract

This research able to knowing the role of organizational support on work performance mediated work engagement. The variables tested in this study are organizational support as exogenous variables, work engagement and work performance as endogenous variables. The research respondents were autism therapists at institutions for children with special needs in Karawang, totaling 203 therapists. Data analysis used Structural Equation Model (SEM) using partial least squares (PLS). Based on the results of the hypothetical model test, organizational support influences work performance mediated by work attachment. This means that the research theoretical model can be accepted as a model that fits the data in the field. This also shows that the stronger the employee gets support from the organizational and the employee understands the employee's work engagement will increase. The yield from these findings able to use consideration to handle increased employee work engagement at the Institute.
HARDINESS DAN STRES PARA IBU BEKERJA DI SEKTOR INDUSTRI PROVINSI BANTEN Aisyah Ratnaningtyas; Estu Diniyyati; Safitri Safitri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21584

Abstract

Provinsi Banten dikenal juga sebagai daerah industri yang memiliki jumlah pekerja wanita yang tidak sedikit terutama yang berstatus sebagai seorang ibu pekerja. Peran sebagai pekerja dan sebagai seorang ibu, menjadikan mereka menghadapi berbagai persoalan yang dapat menyebabkan mereka mengalami stres. Kondisi tersebut menuntut mereka untuk dapat tampil kuat, optimis atau yang disebut dengan hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dan stres. Penelitian ini bersifat kuantitatif korelasional non eksperimental dan menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Alat ukur hardiness terdiri dari 14 aitem dengan koefisien reliabilitas (?) 0,899, dan alat ukur stres terdiri dari 28 aitem valid untuk stres dan koefisien reliabilitas (?) 0,914. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson product moment, diperoleh hasil nilai sig 0,006 (p<0,05) dan koefisien korelasi -0,271. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan negatif dan signifikan antara hardiness dengan stres pada ibu bekerja di sektor industri.
Kontribusi Social Support Dalam Meningkatkan Work Engagement Pada Perempuan Bekerja Yang Menjalani Peran Ganda Sulis Mariyanti; Lita Patricia Lunanta; Aisyah Ratnaningtyas
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6193

Abstract

Carrying out multiple roles for some working women is a tough, tiring and challenging role. On the one hand, as a mother you are required to be able to complete household tasks satisfactorily for yourself and your family. On the other hand, as an employee a mother is also required to be engaged in her work to show maximum performance. One of the factors that contributes to work engagement in women who play multiple roles is social support. The aim of this research is to determine the influence of social support on work engagement of working women who play multiple roles. This research method is a quantitative-causality type with a purposive sampling technique, involving 201 working and married mothers in Indonesia. The social support measuring tool refers to the theory of Sarafino & Smith (2011) with 35 valid items and reliability (α) = 0.915. The work engagement scale uses the Utrecht Employee Engagement Scale (UWES) from Schaufeli and Bakker (UWES) which was adapted from Titien (2016) with 28 valid items and reliability (α) = 0.922. The results of this research show that there is an influence of social support on work engagement in working women who play dual roles with a significant (p) value of 0.000 (p < 0.05), with a simple linear regression equation Y = 0.372 + 0.062. Social support give a quite large contribution of 54.4% to work engagement.
Efikasi Diri dan Kecemasan Menghadapi Ujian pada Mahasiswa Psikologi dan Non Psikologi Sitasari, Novendawati Wahyu; Rahmawati, Wara; Ratnaningtyas, Aisyah; Rozali, Yuli Asmi
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i3.339

Abstract

Mahasiswa program studi Psikologi maupun Non Psikologi, selama menjalankan perkuliahan, sering menghadapi berbagai tuntutan dalam akademik maupun non akademik. Adanya tuntutan tersebut, ada mahasiswa yang mampu menghadapinya dengan lancar dan ada yang merasa kesulitan. Kesulitan yang dihadapi mahasiswa ini dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang dihadapi mahasiswa ini salah satunya dipengaruhi oleh self-efficacy-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self-efficacy dan kecemasan pada mahasiswa Psikologi dan Non Psikologi. Rancangan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis komparatif. Responden dalam penelitian ini diperoleh dengan non probability sampling, menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh mahasiswa Psikologi dan Non Psikologi berjumlah 517 mahasiswa. Kuesioner yang digunakan yaitu The General Self-Efficacy Scale (GSE) dan Test Anxiety Inventory (TAI). Analisis data menggunakan Uji-T. Hasil pengujian didapati ada perbedaan yang signifikan antara kecemasan pada mahasiswa program studi psikologi dan mahasiswa program studi non psikologi (t = 2.410; p (0.016)0.05), dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara efikasi diri pada mahasiswa program studi psikologi dan mahasiswa program studi non psikologi (t = 0.352; p (0.725)0.05). Hasil lain didapati bahwa mahasiswa Psikologi secara signifikan memiliki kecemasan lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa program studi Non Psikologi. Kemudian diketahui juga bahwa mahasiswa Psikologi memiliki efikasi diri lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa non psikologi.
Peran Kepemimpinan Transformasi Terhadap Kesiapan Untuk Berubah Pada Guru di Indonesia Simatupang, Marhisar; Ratnaningtyas, Aisyah; Respati, Winanti Siwi; Widiastuti, Mariyana; Susanti, Yulisa
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i1.14496

Abstract

Tahun 2022 pemerintah Indonesia meluncurkan program Merdeka Belajar pada guru di sekolah sebagai solusi dari pandemi covid-19. Pada kenyataannya tidak semua guru mampu melaksanakan program ini di sekolah dikarenakan adanya ketidaksiapan terhadap perubahan yang dimiliki oleh guru. Penelitian ini mengeksplorasikan tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh guru di Indonesia dalam mengimplementasikan program Merdeka Belajar di sekolah. Penelitian ini juga menjadi acuan bagi guru untuk tetap memiliki kesiapan perubahan pada kurikulum yang berubah-ubah dan mampu menjalani perubahan dengan baik. Penelitian ini dapat berkontribusi untuk memperbaiki dan meningkatkan program Merdeka Belajar atau program baru yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif, yang melibatkan 648 guru di Indonesia dari sekolah negeri dan swasta yang telah menjalankan program Merdeka Belajar minimal satu semester. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner secara online di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kepemimpinan transformasi terhadap kesiapan untuk berubah pada guru.
KONTRIBUSI JOB DEMAND RESOURCES PADA WORK ENGAGEMENT KARYAWAN PABRIK PERUSAHAAN X DI TANGERANG Aini, Eka Nur; Ratnaningtyas, Aisyah; M, Safitri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 22, No 2 (2024): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v22i2.474

Abstract

Company X is one of the largest manufacturing companies in Indonesia which continues to develop to meet increasing market demand every year. Therefore, production employees are needed who are able to be fully involved in their work or what is called work engagement. Job Demands Resources is one of the factors that can influence the formation of work engagement in employees. This research aims to determine the influence of Job Demands Resources simultaneously and partially on work engagement in production employees at Company X. This research uses quantitative methods, with a comparative causal type. The number of respondents in this study was 95 production employees using purposive sampling techniques. The measuring tool used is that work engagement has 24 valid items with a reliability of (α)=0.957, job demand has 12 valid items with a reliability of (α)=0.819, and job resources has 19 valid items with a reliability of (α)=0.863 . The analysis technique used in this research is using the F test to test the effect simultaneously, and the T test to test the effect partially. The results of this research show that simultaneously, job demands resources have an influence on work engagement (sig 0.000<0.05), and partially job demands have no influence on work engagement (sig 0.216>0.05) while job resources have influence on work engagement (sig 0.000<0.05).