Perubahan lingkungan pengendapan yang bervariasi dari laut dangkal menjadi daratan pada Kala Tersier di sub-Cekungan Bogor menjadikan sejarah geologi daerah penelitian menarik untuk dikaji lebih lanjut. Pembahasan mengenai sejarah geologi menjadi penting karena dapat mengungkap pola pengendapan, perkembangan tektonik, dan evolusi lingkungan pengendapan yang membentuk karakteristik geologi daerah saat ini. Untuk memahami perubahan tersebut, diperlukan kajian sejarah geologi. Penelitian ini bertujuan mengungkap kronologi kejadian geologi dan mekanisme pengendapan yang terjadi pada daerah Cibitung. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan dan analisis stratigrafi. Urutan pengendapan dimulai pada Kala Oligosen Akhir–Miosen Awal, dengan terendapkannya Formasi Rajamandala (Omc) berupa batupasir gampingan di lingkungan pengendapan laut dangkal (Outer Shelf). Selanjutnya Formasi Citarum (Mts) terendapkan pada Kala Miosen Awal dengan litologi batupasir dan batulanau dalam lingkungan pengendapan Upper Delta. Pada Kala Miosen Akhir, terbentuklah Formasi Tufa Batuapung Batupasir Tufan (Mt) berupa batupasir tufan dalam sistem Braided River. Formasi termuda adalah Formasi Gunung Api (Pb) yang terendapkan pada Pliosen Tengah dalam lingkungan pengendapan Braided River, terdiri dari breksi dan batupasir. Periode ini juga merupakan puncak aktivitas tektonik yang membentuk struktur geologi seperti Antiklin Rajamandala dan Sesar Cibitung, yang mencerminkan evolusi geologi daerah penelitian.
Copyrights © 2025