Pembelajaran merupakan proses kompleks yang menghasilkan perubahan perilaku dan pengetahuan melalui interaksi peserta didik, pendidik, lingkungan, serta unsur manusiawi dan material. Abad-21 menuntut kecakapan 6C yang dapat diperkuat melalui Self-Regulated Learning (SRL) dan Metakognisi sebagai fondasi kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review untuk menghimpun, menilai, dan mensintesis temuan mengenai peran Metakognisi dalam menggerakkan SRL serta implikasinya bagi pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling (BK). Analisis dilakukan terhadap kajian ilmiah berupa buku dan artikel terakreditasi dari berbagai bank data seperti SINTA, ResearchGate, PubMed, Scopus, dan Google Books. Hasil kajian menunjukkan bahwa Metakognisi berperan sentral dalam siklus Self-Regulated Learning: Forethought, Performance, dan Reflection yang mendukung motivasi, kesadaran diri, pemantauan belajar, dan refleksi siswa. Berdasarkan sintesis tersebut, dikonstruksi Model Layanan Bimbingan dan Konseling berbasis Self-Regulated Learning berbasis yang mengintegrasikan layanan klasikal, kelompok, dan individual secara sistematis. Model ini bersifat proaktif, kontekstual, dan dirancang untuk menguatkan metakognisi serta keterampilan sosial-emosional, sehingga mampu mendukung pendidikan holistik, pengambilan keputusan matang, dan keberhasilan belajar siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025