Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perselisihan atau pertengkaran yang berkelanjutan terhadap tingkat perceraian keluarga di Provinsi Jawa Barat. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis statistik, penelitian ini menemukan adanya hubungan positif yang kuat antara jumlah perceraian akibat pertengkaran dengan total angka perceraian di setiap kabupaten/kota. Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,756 menunjukkan korelasi signifikan, yang berarti semakin tinggi intensitas pertengkaran rumah tangga, semakin meningkat pula angka perceraian. Hasil uji Spearman memperkuat konsistensi hubungan tersebut dalam skala peringkat, sedangkan analisis regresi linier menunjukkan bahwa variabel pertengkaran berkontribusi sebesar 57,1% terhadap variasi angka perceraian. Pola hubungan linier yang tampak pada “scatter plot” mengindikasikan bahwa konflik rumah tangga menjadi determinan penting dalam dinamika perceraian di Jawa Barat. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan penguatan program mediasi keluarga, konseling pranikah dan pascanikah, serta edukasi publik untuk mengurangi potensi perceraian. Selain itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor sosial, ekonomi, dan psikologis lainnya sebagai dasar perumusan kebijakan keluarga yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2025