Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas takhrij digital dan takhrij manual dalam pembelajaran ilmu hadis di Perguruan Tinggi Islam, serta menganalisis kontribusi masing-masing metode terhadap kompetensi akademik mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan analisis komparatif terhadap literatur ulumul hadis, studi teknologi pembelajaran, serta penelitian terdahulu terkait takhrij berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takhrij digital memiliki efektivitas tinggi dalam aspek kecepatan, aksesibilitas, dan efisiensi pencarian data hadis, sehingga meningkatkan motivasi dan produktivitas belajar mahasiswa. Sementara itu, takhrij manual lebih efektif dalam membentuk ketelitian metodologis, penguasaan kitab turats, serta kemampuan analisis sanad dan matan yang mendalam. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kedua metode memiliki keunggulan berbeda dan tidak dapat saling menggantikan sepenuhnya. Oleh karena itu, model pembelajaran yang paling ideal adalah pendekatan integratif yang memanfaatkan kecepatan takhrij digital sekaligus mempertahankan kedalaman analitis metode manual. Penelitian ini merekomendasikan agar perguruan tinggi mengembangkan kurikulum takhrij berbasis blended-method, memberikan pelatihan literasi digital hadis, serta memastikan mahasiswa tetap dilatih membaca dan menelusuri kitab induk hadis secara langsung.
Copyrights © 2025