Program Qur’anic-Scientific Experiment yang dilaksanakan melalui UINSA International Community Engagement (UICE) di Institut Al-Abdia, Thailand, menawarkan pendekatan pedagogis inovatif yang mengintegrasikan ayat-ayat AlQur’an dengan eksperimen sains untuk memperkuat kemampuan multibahasa dan literasi ilmiah siswa. Menggunakan kerangka Asset-Based Community Development (ABCD), kegiatan ini memanfaatkan potensi lokal, termasuk kemampuan dasar tahfidz dan pembelajaran bahasa, untuk mengembangkan model pembelajaran kontekstual yang interaktif. Dua eksperimen utama, yakni Two Immiscible Liquids yang merujuk QS. Al-Rahman 55:19–20 dan Fingerprint Analysis yang dikaitkan dengan QS. Al-Qiyamah 75:3–4 membuktikan bahwa visualisasi fenomena ilmiah mampu memperdalam pemahaman tafsir, mendorong penalaran ilmiah, serta meningkatkan penguasaan kosakata Arab dan Inggris. Temuan menunjukkan meningkatnya kemampuan siswa menjelaskan konsep ilmiah secara bilingual, berkembangnya pola pikir inkuiri, dan meningkatnya motivasi belajar. Integrasi empiris-tekstual ini menggeser pembelajaran dari sekadar hafalan menuju pemahaman reflektif dan analitis.
Copyrights © 2025