Penderita diabetes mellitus yang memiliki efikasi diri rendah cenderung merasa tidak berdaya, khawatir terhadap kondisi kesehatannya, dan mengalami penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas wilayah kerja Kota Lhokseumawe. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tercatat di Puskesmas wilayah kerja Kota Lhokseumawe sebanyak 276 orang. Sampel berjumlah 161 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling dengan bantuan aplikasi OpenEpi dan memenuhi kriteria penderita DIABETES MELLITUS tipe 2. Instrumen yang digunakan meliputi Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DIABETES MELLITUSSES) untuk menilai efikasi diri dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri rendah (52,8%) dan tingkat kecemasan berat (40,4%). Uji statistik menghasilkan nilai ρ = 0,000 (< α = 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas wilayah kerja Kota Lhokseumawe. Disarankan agar pasien lebih aktif mengikuti anjuran tenaga kesehatan serta meningkatkan pengetahuan melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang pengelolaan diabetes mellitus tipe 2 guna membantu mengontrol kecemasan terhadap penyakitnya.
Copyrights © 2025