Artikel ini membahas kasus seorang siswi kelas XI berinisial A yang mengalami perubahan perilaku, penurunan prestasi akademik, serta tekanan emosional sebagai dampak konflik keluarga akibat perselingkuhan ayahnya. Melalui observasi, wawancara, dan konseling individu dengan pendekatan client-centered, diketahui bahwa A mengalami hambatan regulasi emosi, kecemasan, serta kesulitan mengekspresikan perasaan secara asertif. Kajian teori mengenai regulasi emosi dan komunikasi asertif digunakan untuk memahami dinamika psikologis A. Hasil konseling menunjukkan perkembangan signifikan, meliputi berkurangnya tekanan emosional, meningkatnya penerimaan diri, membaiknya konsentrasi akademik, serta pemulihan kemampuan sosial. Temuan ini diperkuat oleh berbagai penelitian yang menegaskan efektivitas pendekatan client-centered dalam membantu remaja mengelola emosi, meningkatkan konsep diri, serta memulihkan fungsi akademik dan sosial. Secara keseluruhan, artikel ini menekankan pentingnya dukungan emosional dan pendekatan konseling yang empatik bagi remaja yang mengalami konflik keluarga.
Copyrights © 2025