Penelitian ini membahas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP pada soal non-rutin dengan menyoroti peran disposisi matematis dan kecemasan matematis. Penelitian dilakukan pada 30 siswa kelas VIII SMP Negeri 24 Kota Bengkulu tahun ajaran 2024/2025 dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dipilih melalui teknik purposive sampling karena dianggap relevan dengan materi Teorema Pythagoras dan proses pemecahan masalah. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah berbasis langkah Polya, angket disposisi matematis, dan angket kecemasan matematis. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan skor ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah menggunakan rata-rata dan standar deviasi sebagai acuan. Hasil kategorisasi disposisi dan kecemasan kemudian dipadukan untuk membentuk beberapa profil siswa sehingga pola hubungan keduanya terhadap kemampuan pemecahan masalah dapat terlihat lebih jelas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori pemecahan masalah sedang. Siswa dengan disposisi matematis tinggi cenderung lebih percaya diri, fleksibel, dan mampu mencoba berbagai strategi, sedangkan siswa dengan disposisi rendah tampak lebih pasif dan mudah kehilangan arah. Di sisi lain, kecemasan matematis yang tinggi membuat siswa kurang teliti, terburu-buru, dan kesulitan berpikir jernih. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa disposisi matematis yang positif dapat membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, sementara kecemasan yang berlebihan menjadi faktor yang menghambat proses berpikir siswa.
Copyrights © 2025