Fatrima Santri Syafri
Program Studi Tadris Matematika, Jurusan Pendidikan Sains Dan Sosial, Fakultas Tarbiyah Dan Tadris Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ADA APA DENGAN KECEMASAN MATEMATIKA? Syafri, Fatrima Santri
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecemasan matematika adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar matematika. Faktor tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, baik berkaitan dengan faktor internal maupun faktor eksternal peserta didik. Dalam tulisan ini akan membahas tentang apa itu kecemasan matematika, indikator kecemasan matematika, dampak serta cara mengatasinya. Berdasarkan beberapa penelitian tentang kecemasan matematika, terlihat bahwa kecemasan matematika sangat berpengaruh negatif terhadap hasil belajar/prestasi belajar maupun berpengaruh terhadap kemampuan matematis peserta didik. Sebagai seorang guru atau calon guru juga harus mengurangi kecemasan matematika sehingga dapat mengurangi kecemasan matematika yang dimiliki oleh siswa. Sehingga pada saat memberikan pengajaran tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian serta dapat mengurangi kecemasan matematika siswa. Seorang guru / pengajar harus mengerti tentang bagaimana indikator kecemasan matematika siswa, sehingga dapat mengatasi kecemasan matematika yang terjadi pada siswa.Kata kunci: kecemasan matematika. ABSTRACTMath anxiety is one of the factors that affect mathematics achievement. These factors can be influenced by several things, both with regard to internal factors and external factors learners. In this paper will discuss what it is about math anxiety, math anxiety indicators, impacts, and how to overcome them. Based on several studies of math anxiety, math anxiety appears that negatively affect the results of the teaching / learning achievement and influence to the mathematical abilities of learners. As a teacher or prospective teacher should also reduce math anxiety so as to reduce math anxiety owned by students. So that when giving instruction error does not occur in the delivery and may reduce students mathematical anxiety. A teacher/tutors should understand how math anxiety indicator of students, so as to overcome math anxiety that occurs in students.at home.Keywords: math anxiety.
ADA APA DENGAN KECEMASAN MATEMATIKA? Syafri, Fatrima Santri
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 1 No 1 (2017): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecemasan matematika adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar matematika. Faktor tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, baik berkaitan dengan faktor internal maupun faktor eksternal peserta didik. Dalam tulisan ini akan membahas tentang apa itu kecemasan matematika, indikator kecemasan matematika, dampak serta cara mengatasinya. Berdasarkan beberapa penelitian tentang kecemasan matematika, terlihat bahwa kecemasan matematika sangat berpengaruh negatif terhadap hasil belajar/prestasi belajar maupun berpengaruh terhadap kemampuan matematis peserta didik. Sebagai seorang guru atau calon guru juga harus mengurangi kecemasan matematika sehingga dapat mengurangi kecemasan matematika yang dimiliki oleh siswa. Sehingga pada saat memberikan pengajaran tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian serta dapat mengurangi kecemasan matematika siswa. Seorang guru / pengajar harus mengerti tentang bagaimana indikator kecemasan matematika siswa, sehingga dapat mengatasi kecemasan matematika yang terjadi pada siswa.Kata kunci: kecemasan matematika. ABSTRACTMath anxiety is one of the factors that affect mathematics achievement. These factors can be influenced by several things, both with regard to internal factors and external factors learners. In this paper will discuss what it is about math anxiety, math anxiety indicators, impacts, and how to overcome them. Based on several studies of math anxiety, math anxiety appears that negatively affect the results of the teaching / learning achievement and influence to the mathematical abilities of learners. As a teacher or prospective teacher should also reduce math anxiety so as to reduce math anxiety owned by students. So that when giving instruction error does not occur in the delivery and may reduce students mathematical anxiety. A teacher/tutors should understand how math anxiety indicator of students, so as to overcome math anxiety that occurs in students.at home.Keywords: math anxiety.
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN MATEMATIKA Syafri, Fatrima Santri
JURNAL e-DuMath Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL e-DuMath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26638/je.283.2064

Abstract

In mathematics, there are some mathematical ability to be possessed by learners and educators. Among them is a mathematical representation capability and the ability of mathematical proofs. Where the ability of the mathematical representation is a mathematical abilities with the disclosure of mathematical ideas (problems, statements, definitions, etc.) in various ways. In mathematics, a proof is a series of logical arguments that explain the truth of a statement. While the method of proof is developed aiming to improve the ability to understand the evidence, and do (proving) a mathematical statement.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL TEORI PIRIE DAN KIEREN Syafri, Fatrima Santri; Isran, Dodi
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v1i2.112

Abstract

Pembelajaran matematika dapat dilakukan dengan berbagai landasan teori pembelajaran yang dapat diterapkandalam kegiatan pembelajaran matematika. Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dalam halpenggunaan teori dalam mengajar matematika. Teori pembelajaran matematika yang cukup terkenal dan seringdigunakan dalam hal penelitian dalam bidang pembelajaran matematika diantaranya adalah Teori APOS dariEd Dubinsky, teori Van Hiele, teori Brune, teori Piaget, Model teori Pirie Dan Kieren, masih banyak lagiteori-teori belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Pemahaman matematika sangat perludiketahui oleh seorang pengajar agar mampu menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tingkatanpemahaman matematika. Pentingnya pemahaman matematika yang seperti dijelaskan tersebut, dijelaskan padateori belajar tentang perkembangan pemahaman matematika yaitu Model teori Pirie Dan Kieren. Levelperkembangan pemahaman matematika tersebut antara lain adalah primitive knowing(Pk), image making(Im),image having(Ih), property noticing(Pn), formalising (F), observing(O), structuring(S), dan inventising(Iv).
Pengaruh Kecemasan Matematika Siswa Kelas VII Terhadap Hasil Belajar Di SMP Negeri 3 Kota Bengkulu Nopela, Lola Anggun; Lestari, Amelia; Lorenza, Sintia; Syafri, Fatrima Santri
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Derivat (Desember 2020)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.242 KB) | DOI: 10.31316/j.derivat.v7i2.1050

Abstract

This research is a study that discusses the influence of mathematics on grade VII students—learning outcomes at SMP NEGERI 3 Kota Bengkulu. This study's population was all students of class VII SMP NEGERI 3 Bengkulu City, which consisted of 130 famous students in 5 classes. Samples were taken using the random sampling technique. Then, a sample of class VII.2 was chosen, possibly 20 students. This study using a questionnaire and documentation. The data were obtained using a questionnaire, while the documentation in this study was used to obtain learning data obtained from teacher data in the form of daily math test scores. In the research analysis, prerequisite tests were used, such as the normality test, linearity test, and product moment test with SPSS version 22. The analysis results obtained a value of 0.754, which indicates that the relationship's level is healthy between the two variables. There is a positive sign indicating that the property is valuable. Positive and unidirectional. The results of the analysis using Pearson products when the significance value was obtained 0.000. The results of this study indicate that there is a significant relationship between the effect of mathematics on learning outcomes at SMP NEGERI 3 Kota Bengkulu.Keywords: Mathematics anxiety, learning outcomes
Pengembangan Soal Open-Ended Berbasis RME Materi Geometri (Luas Permukaan dan Volume Balok) Anggun Lestari; Fatrima Santri Syafri
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i1.14789

Abstract

Soal open-ended merupakan soal yang cara pengerjaannya dapat dilakukan lebih dari satu cara. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan soal open-ended materi geometri (luas permukaan dan volume balok) dengan pendekatan berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang memiliki efek potensial. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan jenis design reseach tipe development reseach yang terdiri dari tiga tahap yaitu self evaluation, prototyping, kemudian tahap small group. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan analisis data kemudian dilakukan wawancara dan pemberian tes soal kepada subjek penelitian, dan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 04 Lebong. Dalam pelaksanaan penelitian  hingga uji kelas kecil ini menghasilkan 80% anak tuntas dan 20% anak belum tuntas sehingga dapat dikatakan bahwa potensial kemampuan soal open-ended pada materi luas permukaan dan volume balok valid dan praktis serta prototype pada soal open-ended dengan pendekatan RME yang dikembangkan ini memberikan efek potensial positif terhadap hasil tes yang dilakukan siswa.
MEDIA PEMBELAJARAN KOSENTAQ DAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK USIA DINI Mira Arianti; Husnul Bahri; Fatrima Santri Syafri
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3789

Abstract

Anak usia dini adalah anak yang di sebut masa keemasan karena di usia mereka daya pikir atau daya ingatnya masih sangat  tangkas. golden age atau masa kemasan,  dimana pada ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa tumbuh kembang yang cepat.pada masa perkembangan disetiap anak berbeda-beda karena setiap individu memiliki potensi perkembangannya masing-masing. Dari hasil, pengamatan peneliti memperoleh data informasi bahwa media pembelajaran yang digunakan guru masih kurang dimaksimalkan dengan baik. Guru cenderung mengajak bermain pada permainan yang itu-itu saja misalnya menyusun balok, sehingga membuat anak merasa cepat bosan. Selanjutnya kemampuan spiritual anak masih kurang, ini dibuktikan dengan hapalan huruf hijayiah dan doa sehari-hari.Tujuan penelitian ini, Mengetahui proses pembuatan Media Pembelajaran Kosentaq Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Anak Usia 5 – 6 ’’dalam Belajar Ibadah kemudian mengetahui validitas produk  media pembelajaran kosentaq (kotak sentra imtaq) pada anak untuk pembelajaran sehari-hari,  Media pembelajaran kosentaq ini sudah valid dengan nilai rata-rata kevalidan berdasarkan tiga orang ahli 87% Artinya hal itu juga menunjukan bahwa media kosentaq dikatakan valid dan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik bagi siswa Kata Kunci : Media, Kosentaq.  AbstractEarly childhood is what is called the golden age because at their age their thinking or memory is still very agile. golden age or packaging period, where at this time almost all potential children experience a period of rapid growth and development. During the development period, each child is different because each individual has their own development potential. From the results, the researchers' observations obtained information data that the learning media used by the teacher were not maximized properly. The teacher tends to ask him to play the same game, for example arranging blocks, so that it makes children feel bored quickly. Furthermore, the spiritual abilities of children are still lacking, this is evidenced by memorizing hijayiah letters and daily prayers. The purpose of this research is to know the process of making Kosentaq Learning Media to Improve Spiritual Intelligence of Children aged 5 - 6 'in Learning Worship then knowing the validity of the kosentaq learning media product. (IMTAQ center box) in children for daily learning, this KOSENTAQ learning media is valid with an average value of validity based on three experts 87% This means that it also shows that the kosentaq media is said to be falid and makes learning fun and interesting for students. Keywords: Media, Kosentaq.
RELEVANSI DONGENG DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Eliya Nopita Sari; Husnul Bahri; Fatrima Santri Syafri
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.247 KB) | DOI: 10.29300/alfitrah.v2i2.2275

Abstract

Pembentukan karakter pada anak usia dini bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga tanggung jawab orangtua dan masyarakat lainnya. Sangat penting memahami perkembangan karakter anak sejak usia dini. Usiadini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan perkembangan masa selanjutnya Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Relevansi dongeng dengan pembentukan karakter anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Relevansi dongeng dengan pembentukan karakter anak usia dini.Dalam penelitian ini penulis menggunakan (library tesearch), yaitu; penelitian teks/naskah, penelitian materi bahasa dan sastra, dan penelitian-penelitian suatu korpus yang sumbernya dari bahan-bahan pustaka. Dalam menjawab masalah ini, peneliti mengumpulkan data dengan menyusun atau mengklarifikasi, dan menganalisanya, teknik pengumpulan data mengadakan studi penelaan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubunganya dengan masalah yang dipecahkan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dongeng merupakan metude yang sangat bagus untuk pembentukan karakter anak usia dini karena dangan dongeng anak akan lebih capat memahami pesan moral dan karakter apa yang ingin di sampaikan melalui dongeng tersebut . Oleh karena itu pembentukan karakter perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Ada puncara pengembangan karakter yaitu melalui pola pengasuhan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan peran ligkungan masyarakat. Kata kunci: Relevansi, Dongeng, pembentukan karakter
PENGAJARAN KONSEP MATEMATIKA PADA ANAK USIA DINI Fatrima Santri Syafri
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.809 KB) | DOI: 10.29300/alfitrah.v1i2.1338

Abstract

Pada Usia dini (prasekolah) adalah usia yang efektif dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak. Masa ini disebut masa keemasan (golden ages) sebab masa anak yang sangat peka untuk menerima rangsangan-rangsangan dari lingkungannya, baik yang berkaitan dengan aspek moral agama, sosial emosional, bahasa, kognitif dan fisik. Matematika prasekolah tidak terletak pada penguasaan aritmatika dasar. Namun, memberikan pengalaman matematika dalam permainan mereka, menjelaskan, dan berpikir tentang dunia mereka. Pengalaman matematika tersebut lebih mengenalkan siswa pada konsep matematika. Konsep matematika adalah ide abstrak dalam menggolongkan matematika berdasarkan karakteristik tertentu atau menggolongkan contoh dan bukan contoh dalam matematika. Konsep dasar yang dapat dikenalkan pada siswa PAUD yaitu konsep berhitung dan konsep geometri. Kedua konsep tersebut dalam pengajarannya, siswa PAUD dikenalkan dengan beberapa benda yang berada dilungkungan sekitar mereka sehingga konsep matematika tersebut dapat dipahami dan dimengerti lebih mendalam oleh para siswa. Misalnya dalam berhitung, siswa dikenalkan dengan jumlah benda yang ada disekitar mereka, seperti permen, kelereng dan lainnya. Untuk benda geometri misalnya dikenalkan bentuk bola, lingkaran dan lainnya dengan benda-benda yang menyerupai bentuk geometri tersebut.Kata Kunci : Pengajaran, Konsep Matematika, AUD
PRAKTIKALITAS MODUL DENGAN MODEL ICARE TERINTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM PADA MATERI ALJABAR Merlina Merlina; Fatrima Santri Syafri
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/equation.v4i2.5276

Abstract

Tujuan penelitian R&D ini adalah untuk mengembangkan Modul dengan model ICARE terintegrasi nilai-nilai islam pada materi aljabar yang valid dan praktis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan terhadap bahan ajar yang digunakan sekolah diketahui bahwa bahan ajar yang biasa digunakan guru tidak ada kaitannya dengan nilai keislaman dan belum ada bahan ajar seperti modul. Hasil wawancara dan observasi di MTS Pancasila kota Bengkulu bahwa nilai matematika pada materi aljabar masih rendah dan peserta didik kurang menyukai pembelajaran matematika. Observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru matematika di MTS Pancasila Kota Bengkulu kelas VII semester 1 pada saat magang III menujukan perolehan hasil belajar yang dicapai peserta didik pada materi Aljabar masih rendah hal ini dilihat dari hasil ulangan akhir materi aljabar dan peserta didik kurang menyukai mata pelajaran matematika. Dalam pembelajaran matematika guru telah memiliki komponen pendukung pembelajaran yang lengkap, di antaranya adalah bahan ajar buku cetak pegangan guru dan LKS. Pengembangan Modul melalui tahapan model pengembangan dari Plomp yang dimulai dari tahap awal yakni analisis bentuk dan karakteristik perangkat, kemudian tahap pengembangan atau pembuatan prototype berupa merancang, mengevaluasi dan memvalidasi perangkat dan terakhir tahap penilaian. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara, angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul matematika yang dihasilkan memenuhi kategori praktis.