Rendahnya kemampuan literasi siswa Indonesia, seperti yang tergambar dalam hasil survei PISA, menjadi tantangan serius, termasuk di MTsN 1 Sleman. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah metode pembelajaran yang masih konvensional dan kurangnya minat baca siswa. Sebagai solusi, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menerapkan metode pembelajaran berliterasi yang inovatif. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang meliputi: (1) sosialisasi program kepada seluruh pemangku kepentingan (guru, siswa, orang tua), (2) workshop untuk guru tentang teknik membaca efektif (skimming, scanning, speed reading) dan metode mind mapping, (3) penyediaan dan kurasi buku bacaan sesuai minat dan tingkat literasi siswa, (4) pelatihan langsung kepada siswa dengan pendekatan co-teaching, serta (5) implementasi program pembiasaan membaca 15 menit setiap pagi. Hasil evaluasi berdasarkan kuesioner terhadap 33 guru peserta menunjukkan respons yang sangat positif. Sebanyak 81,8% responden menyatakan topik sangat sesuai dengan kebutuhan, 75,8% menilai narasumber sangat kompeten, dan 81,8% menyatakan kegiatan sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas mengajar mereka. Secara keseluruhan, 87,9% peserta memberikan kesan sangat baik terhadap pelatihan. Kegiatan ini berhasil membangun komitmen guru (66,7% sangat bersedia) untuk menerapkan metode yang dipelajari di kelas masing-masing. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan metode pembelajaran berliterasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pedagogik guru.
Copyrights © 2025