Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pembentukan dan pengelolaan kas kecil serta kontribusinya terhadap transparansi laporan keuangan pada UMKM, dengan studi kasus UD. Sumber Kencana di Surabaya. Permasalahan yang dikaji berangkat dari masih rendahnya kualitas pencatatan transaksi harian dan belum optimalnya penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Kondisi ini sering menyebabkan ketidakakuratan data keuangan, yang pada akhirnya menghambat proses pengambilan keputusan strategis bagi pemilik usaha. Akibatnya, arus kas tidak terkontrol dengan baik dan sulit melacak pengeluaran kecil yang menumpuk. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan membandingkan praktik aktual dengan teori akuntansi dan prinsip SAK EMKM. Temuan utamanya mengungkap bahwa pembentukan kas kecil membantu memperlancar pengeluaran operasional rutin seperti pembayaran transportasi dan pembelian perlengkapan kantor mendadak dan meningkatkan akuntabilitas transaksi, namun pencatatan masih bersifat manual tanpa menggunakan pembukuan yang tertata rapi dan belum sepenuhnya menerapkan sistem imprest yang mensyaratkan pengisian kembali dana kas kecil hingga jumlah tetap. Kendala utama adalah sumber daya manusia yang belum memiliki pemahaman akuntansi yang memadai. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan transparansi laporan keuangan, karena rekonsiliasi kas seringkali tidak dilakukan secara konsisten. Dampak lanjutannya, laporan keuangan tidak dapat menggambarkan kinerja usaha secara realitas. Penelitian ini menegaskan perlunya penerapan sistem kas kecil yang lebih terstruktur dan sesuai standar akuntansi agar kualitas pelaporan keuangan UMKM meningkat. Implementasi sistem yang baik diharapkan dapat membangun kepercayaan mitra usaha dan mempermudah akses permodalan. Oleh karena itu, pelatihan dasar akuntansi bagi staff menjadi rekomendasi kunci.
Copyrights © 2025