Penerapan manajemen risiko dalam lembaga pendidikan merupakan langkah strategis untuk memastikan penyelenggaraan pembelajaran berlangsung efektif, efisien, serta adaptif terhadap berbagai bentuk ketidakpastian. Artikel ini mengkaji secara mendalam konsep, prinsip, dan implementasi manajemen risiko berdasarkan temuan berbagai penelitian terdahulu. Melalui studi pustaka, penelitian ini menelusuri tahapan utama manajemen risiko, mulai dari identifikasi, analisis, evaluasi, hingga upaya mitigasi yang relevan dengan konteks sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko dalam pendidikan dapat berasal dari aspek internal maupun eksternal seperti sarana prasarana, kompetensi tenaga pendidik, kesiapan peserta didik, manajemen kurikulum, serta kondisi lingkungan. Penerapan manajemen risiko terbukti mampu meningkatkan stabilitas proses pembelajaran, meminimalkan gangguan, dan membantu sekolah merancang strategi pengendalian yang lebih terarah. Selain itu, kolaborasi antara guru, kepala sekolah, orang tua, serta pemangku kepentingan lainnya berperan penting dalam menciptakan budaya sadar risiko. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa manajemen risiko bukan hanya alat pencegahan, tetapi juga instrumen manajerial yang memperkuat tata kelola pendidikan menuju kinerja yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025