Energi tak terbarukan masih mendominasi dalam proses suplai energi di Indonesia. Arifin Tasrif menyatakan bahwa tanpa penemuan cadangan Indonesia akan mengalami krisis energi. Menurutnya, sumber energi minyak bumi di Indonesia akan habis dalam sembilan tahun kedepan, gas bumi 22 tahun ke depan, dan batu bara akan habis dalam 65 tahun mendatang. Selain EBT yang telah dimanfaatkan pada pembangkitan energi listrik, terdapat EBT lain yang masih belum dicoba yaitu energi tarik bumi atau yang biasa kita kenal dengan sebutan energi gravitasi bumi. Penelitian ini merupakan penyajian rancangan sistem pembangkit listrik tenaga gravitasi dengan pemanfaatan prinsip dari momen inersia dan torsi sebagai penggerak rotor generator. Desain rotor yang dirancang menggunakan delapan buah pipa berisi air dengan pemasangan pada sudut tertentu dipermukaan papan, sehingga gaya gravitasi menghasilkan distribusi massa saat perputaran terjadi. Pada proses awal, generator berfungsi sebagai motor yang digerakkan oleh sumber tegangan DC guna melakukan tuning dan memulai rotasi papan. Setelah berputar dalam kurun waktu tertentu, sumber tegangan DC dialihkan menjadi beban resistor 100 Ohm dan led sebagai indikator menggunakan saklar tukar. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa kombinasi sudut 60° dan volume air 25% volume pipa (220 ml) merupakan variasi yang terbaik dengan besaran luaran yang dihasilkan 8.29 V, 0.121 A, 1 Watt. Keywords: Renewable Energy, Earth’s Gravitational Energy, Rotor, Pipe
Copyrights © 2025