Pre conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana setelah selesai serah terima untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab. Post conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sesudah implementasi asuhan keperawatan. Jika Pre dan Post Conference tidak dilakukan maka dampak yang ditimbulkan adalah pelayanan yang diberikan tidak efisien dan efektif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang sudah dilakukan di ruang jantung pada tanggal 10-15 februari 2025 didapatkan hasil, kegiatan pre confre belum optimal disebabkan oleh 8 dari 10 perawat belum mengetahui batas waktu pelaksanaan pre dan post conference, pre dan post conference hanya dilakukan di shift pagi, dan tidak mengetahui tujuan dan langkah – langkah pre dan post conference. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan kegiatan Pre dan Post Conference diruang Jantung RSUD Jendral Ahmad Yani Metro. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara, kuesioner dan observasi. Rencana kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 09 Mei 2025 tentang edukasi Penerapan Pre dan Post Conference di ruang jantung RSUD Jendral Ahmad Yani Metro dengan menggunakan buku saku. Hasil evaluasi di ruang Jantung RSUD Jendral Ahmad Yani Metro di dapatkan hasil, sebelum dilakukan edukasi skor pre test sebesar 90 % dan hasil post test sebesar 100 %. Diharapkan kepada pihak rumah sakit dapat mengikuti standar operasional prosedur dalam melaksanakan Pre dan Post Conference agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang lebih efektif.
Copyrights © 2025