Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri tersering yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme patogen, salah satunya adalah Enterococcus faecalis. Meningkatnya resistensi terhadap antibiotik menjadi masalah penting dalam penatalaksanaan ISK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sensitivitas antibiotik terhadap E. faecalis pada pasien ISK di Laboratorium Klinik Bunda Thamrin Medan tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan laboratorium. Sampel berupa isolat urin pasien dengan hasil identifikasi E. faecalis melalui pewarnaan Gram, uji biokimia, serta pengujian sensitivitas menggunakan metode Kirby-Bauer disk diffusion dan alat VITEK 2 Compact terhadap 19 jenis antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. faecalis sensitif terhadap golongan beta-laktam (Ampicillin, Amoxicillin, Amoxicillin/Clavulanic Acid, Ampicillin/Sulbactam, Piperacillin/Tazobactam, Imipenem), Linezolid, Vancomycin, Tigecycline, Nitrofurantoin, dan Trimethoprim/Sulfamethoxazole. Resistensi tinggi ditemukan terhadap Quinupristin/Dalfopristin, Ciprofloxacin, Levofloxacin, dan Tetracycline. Temuan ini menunjukkan pentingnya uji sensitivitas antibiotik sebelum pemberian terapi empiris guna meningkatkan efektivitas pengobatan dan mencegah resistensi antimikroba.
Copyrights © 2025