Latar belakang dilakukan penelitian karena kondisi kamampuan gerak dasar yang masih rendah dalam bermain sepakbola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan gerak dasar manipulatif dalam permainan sepakbola di SD Negeri Cebongan, Sleman Yogyakarta yang berusia 10-12 tahun. Penelitian ini memakai pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian peserta didik kelas IV dan V yang berusia 10 - 12 tahun. Instrumen penelitian mengunakan tes keterampilan sepakbola usia 10-12 tahun yang telah diperbaharui oleh Nurhadi Santoso untuk dapat pakai dalam pengukuran keterampilan bermain sepakbola dalam pembelajaran PJOK tingkat SD. Instrumen ini telah memiliki validitas dan reliabilitas yang cukup baik untuk mengukur keterampilan bermain sepakbola bagi peserta didik putra maupun putri. Teknik analisis data mengunakan deskriptif persentase. Keterampilan bermain sepakbola usia 10 – 12 tahun peserta didik putra SD Negeri Cebongan, sebagai berikut: kategori baik sekali sebesar 4,69% (3 peserta didik), kategori baik sebesar 28,13 % (18 peserta didik), kategori sedang 37,50% (24 peserta didik), kategori kurang 21,88% (14 peserta didik), dan kategori sangat kurang 7,81% (5 peserta didik). Keterampilan sepakbola usia 10 – 12 tahun peserta didik putri SD Negeri Cebongan, sebagai berikut: kategori baik sekali sebesar 10% (4 peserta didik), kategori baik sebesar 20 % (8 peserta didik), kategori sedang 40% (16 peserta didik), kategori kurang 22,5% (9 peserta didik), dan kategori sangat kurang 7,5% (3 peserta didik). Dengan demikian dapat disimpulkan, keterampilan bermain sepakbola kategori sedang ke atas ada 73 peserta didik (peserta didik putra maupun putri) atau 70,19 %. Peserta didik sudah bisa dikatakan tuntas atau memiliki keterampilan gerak dasar manipulatif dalam bermain sepakbola sudah baik. Sedangkan 31 peserta didik (putra maupun putri) atau 19,81% memiliki keterampilan gerak dasar manipulatif dalam bermain sepakbola kurang.
Copyrights © 2025