Penelitian ini mengangkat fenomena penggunaan slang berbahasa Inggris di kalangan mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai angkatan 2022 dan 2023. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis slang yang sering mereka gunakan, seberapa sering istilah tersebut muncul dalam percakapan, serta alasan sosial dan konteks di balik penggunaannya. Generasi Z, sebagai kelompok yang tumbuh di tengah budaya digital, kerap menyerap berbagai bentuk ekspresi bahasa informal yang berkembang pesat melalui media sosial seperti TikTok, Twitter, dan Instagram. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sosiolinguistik dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi literatur dan penyebaran angket secara daring kepada mahasiswa yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slang seperti healing, slay, ghosting, dan delulu bukan hanya sekadar tren, melainkan bagian dari cara mahasiswa mengekspresikan diri, membangun keakraban, dan menunjukkan identitas kelompok. Dalam banyak kasus, slang digunakan untuk membuat komunikasi terasa lebih santai, emosional, dan relevan dengan situasi sosial mereka. Mahasiswa menunjukkan kemampuan beradaptasi dalam berbahasa, berpindah antara ragam formal dan informal sesuai kebutuhan. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa penggunaan slang di kalangan mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari realitas sosial dan budaya digital yang mereka hidupi, serta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan pembelajaran bahasa yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan nyata mahasiswa.
Copyrights © 2025