Kemajuan teknologi komunikasi telah mengubah cara siswa dan guru berinteraksi, terutama melalui platform digital seperti WhatsApp. Media ini kini tidak hanya digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi ruang sosial yang menuntut penerapan kesantunan berbahasa. Maka judul penelitian ini “Bahasa Kesantunan Digital: Kajian Sosiopragmatik pada Komunikasi Siswa dan Guru”. Studi menunjukkan bahwa kesantunan tetap menjadi norma dominan dalam percakapan digital, terlihat dari sapaan formal, permintaan izin yang bersifat tidak langsung, serta penggunaan emotikon sebagai simbol penghormatan. Meski demikian, pelanggaran terhadap norma kesantunan juga terjadi, seperti penggunaan bahasa gaul, pesan tanpa sapaan, atau tanggapan yang kurang memperhatikan konteks sosial.Variasi kesantunan ini dipengaruhi oleh struktur sosial, budaya lokal seperti nilai siri’ na pacce dan tabe, serta kebiasaan berkomunikasi di dunia digital.
Copyrights © 2025